Selasa, 28 November 2017

Information System Development

Tim Penyusun : - Ahmad Zulhendi Tri A (10514626)

-  Fuddy Prathama A (14514402)

_4PA19_

Cara membeli sport carsuper car danhyper car baru via Prestige Motor Cars.

Pertama, calon pembeli memilih dan menentukan jenis sport car, super car atauhyper car yang akan dibeli bisa melihat pada situs www.PrestigeCars.co.id atau bisa juga keFacebook :PrestigeCarsIndonesia

Kedua, melihat review mobil yang akan dibeli dengan melihat youtube channel diOtodriver.com atau juga bisa lihat diAutonetMagz.com

Ketiga, setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan,  calon pembeli berfikir apakah sudah pas dengan jenis mobil dan harga mobil tersebut atau belum

Kelima, jika sudah, pembeli bisa datang kePrestige Motorcars Exotic car dealer. Contact us : Showroom : Pluit Permai Raya no. 5, Jakarta Ph :+6287889844721

 Keenam, setelah puas melihat-lihat dan bertanya seputar mobil yang akan dibelinya, calon pembeli melakukan proses metakognisi. Karena untuk lebih memastikan agar sang calon pembeli tidak kecewa. Lalu mulailah proses transaksi dan metode pembelian (cas or credit)

Ketujuh, jika sudah melakukan transaksi pembayaran,  pembeli tinggal menunggu mobilnya diantar ke rumahnya

 Investigation : Melihat informasi harga, jenis, review, kelebihan dan            kekurangan pada situs terkait danyoutube channel.

-       Analysis :

1.      Kelebihan : Pencarian informasi menjadi lebih luas, karena informasi dapat dengan mudah dari situs terkait dan dari youtube channel secara jelas dan akan mempermuah calon pembeli untuk membeli mobil yang diinginkan.

2.      Kekurangan : Terkadang bahasa yang digunakan cukup berat pada situs terkait, sehingga perlu berkali-kali membaca dan harus didampingi oleh orang yang pintar soal mobil untuk memilih mobil yang akan dibeli.

-       Design : melihat informasi dari situs terkait atau bisa ke youtube channel dan bisa juga datang langsung ke alamatshowroom.

-       Implementation : Calon pembeli yang sudah mendapatkan informasi yang cukup, bisa langsung melakukan transaksi pembayaran dan menerima nota pembelian serta mobil yang dibeli akan diantar kerumah pembeli tersebut.

Senin, 30 Oktober 2017

tugas softskill kedua


SISTEM
ELEMENTS

GOAL
INPUT
PROCESSING ELEMENTS
OUTPUT
Snellen Test
Snellen card
Pemeriksaan snellen ini dimulai dengan mendudukan klien di kursi. Gantungkam kartu snellen setinggi kedudukan mata klien dan berjarak 6 meter dari klien. Mata kiri klien ditutupi dengan tangannya sendiri dan visus mata kanan diperiksa. Catatan disamping kiri menunjuk pada visus yang diperiksa untuk jarak 6 meter dan yang disamping kanan menunjuk pada visus yang diperiksa barisan huruf itu. Maka dengan kartu snellen yang tersedia disini, penentuan visus kasar mudah dilaksanakan.
Kacamata miopi

Kacamata hioermetropi

Kacamata presbiopi
Dapat membantu meringankan kesulitan melihat pada manusia


NOTE :
Kacamata miopi, yaitu mata tidak dapat melihat benda yang jaraknya jauh. Penderita rabun jauh dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
Kacamata hioermetropi, yaitu mata tidak dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Penderita rabun dekat dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.
Kacamata presbiopi, yaitu adalah mata tidak dapat melihat benda-benda yang jaraknya jauh ataupun dekat. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa ganda yaitu lensa cembung dan lensa cekung.




DAFTAR PUSTAKA

Eduka, T, M. (2014). Mega bank soal SMP kelas 1, 2 dan 3. Jakarta selatan: Cmedia

Muttaqin, A. (2008). Buku ajar asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem persarafan. Jakarta: Salemba medika

Minggu, 22 Oktober 2017

tugas softskill 2

NAMA :  1. Ahmad Zulhendi Tri Adi Saputra (10514626)

     2. Fuddy Prathama Agrianto (14514402)



KELAS : 4PA19


TUGAS 2 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SOFTSKILL)


SISTEM
ELEMENTS

GOAL
INPUT
PROCESSING ELEMENTS
OUTPUT
Sistem komputerisasi pada sebuah perusahaan
Data keuangan, data barang dengan menggunakan keyboard
Proses semua data yang sesuai dengan keinginan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan pihak manajemen
File, printer
Mengurangi tugas yang dilakukan oleh manusia (operator) dalam melakukan pengolahan data dan dapat menyediakan informasi yang cepat serta akurat

Minggu, 01 Oktober 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Definisi Sistem Informasi Psikologi
Menurut Murdik (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.
Selain itu, menurut Sidharta (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah himpunan dari bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan yang sama.
Kemudian Davis (dalam Fatta, 2007) berasumsi bahwa informasi adalah data yang telah dolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Sementara itu, Leod (dalam Fatta, 2007) juga mengemukakan pendapat bahwa informasi adalah data yang telah di proses atau data yang memiliki arti.
Menurut Bigot (dalam Puspitawati, 1999) psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia.
Lalu menurut Basuki (2008) berasumsi bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Selanjutnya menurut Faizah dan Effendi (2006) mengatakan bahwa psikologi adalah salah satu pengetahuan yang tergolong dalam “empirical science” yaitu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman manusia, walaupun pada awal perkembangannya bersumber pada filsafat yang bersifat spekulatif.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah seperangkat elemen yang saling berhubungan secara bersama untuk mempelajari perilaku dan jiwa manusia. Selain itu, informasi adalah hasil dari data yang kemudian di olah menjadi sebuah arti yang nantinya dapat berguna untuk menghasilkan suatu gagasan atau ide yang dapat dijelaskan kepada oranglain dan hasil dari informasi tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA
Basuki, A,M,H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Faizah., Effendi,L,M. (2006). Psikologi dakwah. Jakarta: Prenadamedia group
Fatta, H,A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Puspitawati, I. (1999). Psikologi faal. Jakarta: Universitas Gunadarma

Minggu, 09 Juli 2017

resensi film


Judul Film: Taare Zameen Par 
Genre: Drama, Edukasi 
Production: Aamir Khan 
Bahasa: India 

Tim Resensi:

1 Muhammad Alverdo 
2. Fuddy Prathama
3.Zulhendi Tri A.S

Cerita Singkat:
Ishaan Awasthi atau yang akrab dipanggil ishaan dalam film tersebut adalah seorang anak sekolah dasar yang mengidap disleksia yang artrinya kesulitan dalam membaca dan menulis. Ishaan dalam kesehariannya terlihat seperti biasa sebagai seorang anak pada umumnya. Ishaan adalah seorang yang penyendiri tetapi tetap akrab dengan ayah ibu dan kakaknya. Ishaan selalu di bully, di ejek dan ditertawai oleh teman-temannya pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, dikarenakan ishaan tidak pernah menjawab pertanyaan dengan benar oleh gurunya. Hingga ishaan pernah tidak naik kelas selama beberapa kali. Ayah ishaan adalah sosok yang egois, bisanya hanya marah-marah terhadap ishaan dan ibunya adalah sosok yang penyabar terhadap ishaan. Kemudian, setelah ayahnya tidak mampu lagi untuk mengurus ishaan, ishaan dipindah sekolahkan yang lokasinya jauh dari rumahnya dan sekolah tersebut merupakan asrama, dimana para siswa tinggal di sekolah tersebut. Guru-guru asrama tersebut sangatlah tidak mencerminkan sebagai seorang guru, mereka tidak sabar, selalu marah-marah bahkan ishaan selalu kena hukuman dari guru-guru tersebut. Tidak lama kemudian, ketika masuk jam seni (musik) disanalah ishaan bertemu dengan guru seni musik bernama Nikumbh yang diperankan oleh Aamir khan. Beliau adalah sosok guru yang sangat menyenangkan bagi muridnya. Hingga suatu ketika muridnya diberi tugas untuk menggambar, ishaan terlihat diam dan tidak menggambar apapun. Nikumbh awalnya tidak mengetahui jika ishaan mengidap disleksia, nikumbh menyelidiki ishaan dari segala sisi, tulisan, nilai, gambar-gambar yang telah digambar oleh ishaan serta melakukan wawancara terhadap kedua orangtua ishaan. Setelah semuanya telah ia lakukan, nikumbh mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan yang ditulis oleh ishaan sangatlah aneh, terbalik-balik, dan sangat tidak jelas. Serta menilai gambar-gambar dari ishaan yang menurutnya gambar yang ishaan buat adalah sesuatu imajinasi yang sangat jauh untuk difikirkan oleh orang dewasa sekalipun. ayah ishaan awalnya tidak terima anaknya disebut sebagai abnormal, tetapi nikumbh tetap berusaha meyakinkan ayah ishaan untuk mempercayainya. Dan pada akhirnya orangtua ishaan mulai mencoba percaya kepada nikumbh untuk menyelidiki ishaan, dan menggali keunggulan ishaan dalam hal melukis. Lalu nikumbh mendatangi kepala sekolah untuk meminta agar ishaan tidak diberikan mata pelajaran apapun dari guru lain dan hanya nikumbh lah yang sangat berambisi untuk mengajarkan semua mata pelajaran kepada ishaan, dari mulai menulis di pasir, menulis menggunakan cat air, berbicara bahasa inggris dan lain-lain. Nikumbh berusaha meyakinkan kepala sekolah bahwa ishaan punya bakat khusus dalam bidang seni lukis. Lalu nikumbh mengadakan lomba melukis untuk semua siswa di sekolah tersebut. Dan sangat penuh kebanggan, ishaan dapat menggambar lebih baik daripada nikumbh. Dan selelah itu orangtua ishaan serta teman-temannya menjadi lebih baik kepada ishaan. 

Ini lukisan yang dibuat oleh Nikumbh 

Ini adalah lukisan yang dibuan oleh ishaan 

Aspek-aspek Psikologis:

  • Imajinasi anak yang tidak terbatas oleh indera. Seperti yang diungkapkan oleh Covey (dalam Denta, 2015), Imajinasi adalah alat manifestasi yang kuat. Imajinasi bertindak sebagai jembatan antara pikiran individual dan pikiran universal. Jembatan ini membuat kecerdasan mengalir diantara terbatas dan tidak terbatas, lokal dan non lokal 
  • Anak yang menderita disleksia, diseleksia berasal dari bahasa yunani, yaitu "dys" yang berarti "sulit dalam" dan "lex" (yang berasal dari legein, yaitu"berbicara"). Menurut Chandra dan Tim (2013), menderita disleksia berarti menderita kesulitan yang berhubungan dengan kata atau simbol-simbol tulis 
  • Anak yang berbakat, bakat menurut Sukardi (dalam Sunaryo, 2002), bakat merupakan suatu kondisi atau suatu kualitas yang dimiliki individu, yang memungkinkan individu itu untuk berkembang pada masa mendatang. 
Jenis Terapi yang digunakan: 
Play Therapy, menurut Razhiyah (2008) Play therapy digunakan sebagai psikoterapi bagi membantu mereka yang melakukan masalah trauma, keresahan dan masalah mental. Terapi bermain / play therapy adalah satu cara kanak-kanak meluahkan perasaan mereka dan mencari mekanisme yang dapat membantunya. Terapi bermain memberikan impak yang besar pada diri kanak-kanak karena ia memberi peluang pada kanak-kanak melibatkan diri dalam aktifitas yang tidak memberikan tekanan pada mental mereka. 

Referensi: 
Chandra, A., & Tim. (2013). Fresh update top no. 1 psikotes: Semua materi psikotes yang sering keluar, akan dikupas dalam 26 modul. Jakarta: Wahyumedia. 
Denta, A. (2015). Limitless abundance: Metode ilmiah yang ampuh untuk mewujudkan segala keinginan anda melalui penyelarasan diri dengan tujan mulia. 
Razhiyah, K.A (2008). Apa itu autisme?. Selangor: PTS publications & distributors. 
Sunaryo. (2002). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC.

Jumat, 09 Juni 2017

Logo Therapy

Logo therapy, merupakan suatu metode yang dirancang oleh Victor Frankl. Dia lahir di Wina pada tahun 1905. Ia sendiri mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan bapak psikologi dunia, yaitu Sigmund Freud. Kemudian ia bertemu dengan Adler dan psikologi individual. Karya terpenting diantara karya-karya yang dibuatnya adalah Logoterapi dan analisis eksistensial pada tahun 1946. Logoterapi berasal dari kata logos yang dalam bahasa Yunani berarti makna dan juga rohani (spirituality) dan terapi berarti penyembuhan atau pengobatan. Secara umum logoterapi dapat digambarkan sebagai corak psikologi yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia disamping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup dan hasrat untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama manusia guna meraih tahap kehidupan bermakna.

Dasar dari teorinya adalah "manusia melangkah melewati oedipus dan kompleks inferioritas". Frankl memperhatikan problem manusia kini dalam ketepusatannya pada sentimentalisme yang muncul akibat berkurangnya secara absolut arti hidup, seperti rasa-perasaan hampa yang sering kali dikaitkan dengan suatu sentimentalisme kekosongan batin. Inilah alasan mengapa Frankl bicara tentang kekosongan eksistensial.

Ini berbeda hal nya dengan hewan, manusia tidak memiliki impuls dan insting yang menunjukkan secara otomatis kepadanya apa yang harus diperbuat, dan berbeda dengan manusia masa lampau yang memiliki nilai-nilai serta tradisi tentang apa yang harus mereka perbuat. Maka sekarang ini banyak sekarang manusia yang bingung, atau bahkan tidak tau tentang apa yang harus mereka perbuat, mereka malah berhadapan dengan bahaya besar, mereka melakukan apa yang orang ingin lakukan dan melakukan apa yang dilalukan orang-orang dan menurut Frankl ini adalah Totalitarisme. Untuk itu lah dibuat Logoterapi, yaitu metode yang mengarah pada realisasi nilai-nilai, suatu psikoterapi yang berangkat dari roh , yakni kebutuhan spritual manusia.

Logoterapi berpegang pada pendapat bahwa ketegangan fundamental antara ada (essere) dan harus ada (devere essere) adalah esensi bagi manusia dan nervosi merupakan pelarian dari tanggung jawab. terbukti, 20% dari nervosi disebabkan oleh berkurangnya nilai, yakni kekosongan eksistensial. Dalam Logoterapi alat yang memungkinkan manusia untuk mencari dan memahami situasi tertentu adalah kesadaran, yang secara serentak ada sadar dan ada bertanggung jawab. Logoterapi berusaha psikologisme yang mereduksi segala-galanya kepada mekanisme psikis. Ada reduksi genetis (segalanya berasal dari mekanisme) dan pandetermenisme analitis, yang memberikan tempat kepada yang disebut furor analysandi.

Logoterapi memiliki tiga asas utama yaitu. Makna ada dalam setiap situasi dalam hidup. kebebasan berkehendak dan Manusia memiliki kemampuan dalam mengambil sikap terhadap penderitaan dan peristiwa tragis yang terjadi. ketiga asas ini berkaitan dengan eksistensi manusia yang ditandai pada logoterapi dengan kerohanian (spirituality), kebebasan (freedom), dan tanggung jawab.

Referensi:

Lippi, A. (2001). Salib dan penyembuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Nuansa, G. (2008). Gambaran proses pencarian makna hidup pada penderita kanker serviks. Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas Indonesia.

Mengapa Psikoterapi dalam Psikoanalisis menganalisa Psikopatologis berdasarkan Perkembangan Psikoseksual? Ini Alasannya!

Sebelum kita masuk kedalam pembahasan ini, alangkah baiknya kita mengetahui dulu. Apa yang dimaksud dengan Psikoterapi. Menurut Riyanti dan Prabowo (1998) psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan terhadap gangguan dan penyakit jiwa dengan cara yang lebih psikologis daripada fisiologis maupun biologis. Sebenarnya isitilah ini beberapa macam teknik yang kesemuaya itu dimaksudkan untuk membantu individu yang emosinya terganggu sehingga mereka dapat mengembangkan cara yang lebih bermanfaat untuk menghadapi orang lain. Teknik tersebut berupa psikoanalisis, humanistik, perilakuan, gestalt, analisis transaksional, rasional-emotif dan realitas. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai psikoterapi dalam teknik psikoanalisis.

Seperti yang kita tahu, psikonanalisis dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939). Sigmund Freud sendiri memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang kumulatif. Sehingga, gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa.

Paradigma psikoanalisis bisa dikatakan paling populer dalam bidang psikopatologi dan terapi. Sigmund Freud  yang dianggap sebagai bapak psikoanalisa membagi jiwa kedalam tiga bagian prinsipil, yaitu: id, ego,dan superegoId hadir sejak kelahiran manusia yang menjadi bagian dari kepribadian yang membangun semua energi yang menggerakkan jiwa. Idmemiliki dua insting, yaitu Eros danThanatosEros adalah kekuatan integratif hidup yang disebut libido atau energi seksual yang bergerak di atas prinsip kesenangan (pleasure principle). Ketika memasuki usia enam bulan, bagian kedua kepribadian tumbuh dalam diri manusia yang disebut ego. Tugas utamanya adalah berhubungan dengan realitas melalui fungsi-fungsi perencanaan dan membuat keputusan. Jadi, ego bergerak di atas prinsip kenyataan (reality principle). Bagian ketiga dari kepribadian adalah superegoyang membawa standar moral masyarakat. Superego berkembang melalui resolusi dari konflik oedipal yang secara umum hal ini ekuivalen dengan apa yang disebut sebagai nurani atau kata hati (conscience). Hal ini membuat Freud beranggapan bahwa Psikopatologis sendiri dapat dianalisis berdasarkan perkembangan psikoseksual seseorang. Karena manusia memiliki ketiga prinsipil yang saling berhubungan. Hanya saja ada manusia yang bisa melewati tahap perkembangan psikoseksual berdasarkan tiga prinsipil tersebut dan ada pula yang tidak.

Psikopatologi menurut psikoanalisis ada beberapa jenis, yaitu :

Histeria

Histeria adalah gangguan fisik, misalnya lumpuh, tuli, buta, dll. Yang menjadi penyebabnya bukanlah faktor jasmaniah, tetapi faktor kejiwaan. Menurut Freud, hysteria adalah transformasi dari konflik-konflik psikis menjadi malfungsi fisik.

Fobia

Fobia adalah ketakutan yang tidak realistis. Freud memandang gangguan ini sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan, bisa jadi berupa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual maupun kecemasan akibat peristiwa traumatis. Menurut Nevid, Rathus dan Greene (2005), hal yang aneh dalam fobia adalah biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup, bukan peristiwa yang luar biasa. Orang yang mengalami fobia akan ketakutan dengan hal-hal yang biasa untuk oranglain sudah tidak dipikirkan lagi seperti naik elevator atau naik mobil di jalan raya.

Obsesi-kompulsif

Obsesi adalah ide tertentu yang selalu melekat pada diri seseorang sedangkan kompulsif adalah dorongan (bersifat paksaan dari dalam) untuk melakukan tindakan tertentu, yang sebenarnya tidak perlu, secara berulang-ulang. Menurut Tomb (2000), Penyebab gangguan obsesif-kompulsif tidak dikatehui, tetapi pada beberapa kasus tampak ada keterlibatan neuron serotonin sistem saraf pusat.

Ketergantungan pada alkohol dan obat-obatan

Menurut Freud ketergantungan seseorang pada alkohol maupun obat-obatan dilatar belakangi oleh insting kematian (thanatos) yang ada pada orang yang bersangkutan

Referensi:

Alwisol. (2004). Psikologi kepribadian. Malang: Universitas muhammadyah malang 

Nevid, J.S., Rathus, S.A., Greene, B. (2005).Psikologi abnormal: Edisi kelima jilid 1. Jakarta:Erlangga 

Tomb, D.A. (2000). Buku saku psikiatri: Edisi keenam. Jakarta: EGC

http://www.psychologymania.net/2010/04/paradigma-dalam-psikopatologi-psikologi.html

Rabu, 03 Mei 2017

Tugas softskill ke 2 (Psikoterapi)

Sigmund Freud memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang komulatif. Sehingga, gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa. Psikopatologi menurut psikoanalisis ada beberapa jenis, yaitu :

1. Histeria
Histeria adalah gangguan fisik, misalnya lumpuh, tuli, buta, dll. Yang menjadi penyebabnya bukanlah faktor jasmaniah, tetapi faktor kejiwaan. Menurut Freud, hysteria adalah transformasi dari konflik-konflik psikis menjadi malfungsi fisik.

2. Fobia
Fobia adalah ketakutan yang tidak realistis. Freud memandang gangguan ini sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan, bisa jadi berupa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual maupun kecemasan akibat peristiwa traumatis. Menurut Nevid, Rathus dan Greene (2005), hal yang aneh dalam fobia adalah biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup, bukan peristiwa yang luar biasa. Orang yang mengalami fobia akan ketakutan dengan hal-hal yang biasa untuk oranglain sudah tidak dipikirkan lagi seperti naik elevator atau naik mobil di jalan raya.

3. Obsesi-kompulsif
Obsesi adalah ide tertentu yang selalu melekat pada diri seseorang sedangkan kompulsif adalah dorongan (bersifat paksaan dari dalam) untuk melakukan tindakan tertentu, yang sebenarnya tidak perlu, secara berulang-ulang. Menurut Tomb (2000), Penyebab gangguan obsesif-kompulsif tidak dikatehui, tetapi pada beberapa kasus tampak ada keterlibatan neuron serotonin sistem saraf pusat.

4. Ketergantungan pada alkohol dan obat-obatan
Menurut Freud ketergantungan seseorang pada alkohol maupun obat-obatan dilatar belakangi oleh insting kematian (thanatos) yang ada pada orang yang bersangkutan.

Daftar Pustaka

Alwisol. (2004). Psikologi kepribadian. Malang: Universitas muhammadyah malang

Nevid, J.S., Rathus, S.A., Greene, B. (2005). Psikologi abnormal: Edisi kelima jilid 1. Jakarta:Erlangga

Tomb, D.A. (2000). Buku saku psikiatri: Edisi keenam. Jakarta: EGC

Jumat, 31 Maret 2017

Sejarah Psyche (Yunani)

Sejarah Psyche

Psyche, Psyche yang selama ini dikenal, sebagai Jiwa, dalam ilmu Psikologi. Tapi dibalik nama tersebut terdapat sebuah kisah cinta yang dapat menggetarkan hati. Psyche adalah nama yang diangkat dari kisah Mitologi Yunani tentang kisah percintaan antara Psyche dan Cupid dalam karya inisiasis dari zaman Romawi. Cupid? Ya benar, Cupid sang dewa cinta.

Dikisahkan bahwa ada seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri bungsunya bernama Psyche. Psyche adalah gadis muda cantik dan lugu. Dia sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psyche sebagai dewi kecantikan.

Sebenarnya Psyche tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psikhe.

Setelah melihat Psyche secara langsung, Cupid malah terpesona melihat kecantikan wanita itu dan tanpa sengaja menusuk tangannya sendiri dengan panah cinta. Alhasil Cupid malah jatuh cinta dengan Psyche. Karena kecintaannya pada Psyche Cupid tidak melaksanakan perintah dari Ibunya.

Setelah sekian lama menunggu, Ibunya sadar bahwa ada keganjilan yang terjadi. Kenapa Psyche belum mencintai satu orangpun meskipun ia telah menugaskan anaknya untuk membuat Psyche jatuh cinta pada laki-laki yang jelek. Akhirnya Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorangpun yang mau melamarnya.

Beberapa tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psyche sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtuanya cemas dan pergi ke Orakel untuk meminta nasehat. Orakel adalah sejenis biksu-biksu yang menjaga kuil yang biasanya mengetahui banyak hal-hal.

Cupid membuat Orakel berkata bahwa Psyche tidak ditakdirkan untuk menikahi seorang manusia, melainkan Psyche harus menikah dengan suatu makhluk yang tinggal di sebuah gunung.

Psyche dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psyche akhirnya berhasil meyakinkan Orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir.

Saat sampai Psyche melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu, terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Namun saat berjalan menuju kesana Psyche mendengar suara bahwa istana itu dibuat untuknya.

Saat malam tiba, dan Psyche sudah berada di dalam istana tersebut yang gelap. Psyche mendengar suara yang halus dan ramah, lalu dia ragu apakah ini monster yang ia dan Orantuanya maksud. Pada malam itupun mereka melakukan hubungan seksual dengan syarat keadaan harus gelap sehingga wajahnya Cupid tidak terlihat olehnya.

Setelah sekian lama, Psyche merindukan keluarganya dan bertemu dengan saudari-saudarinya.  Ketika tahu keadaan Psyche, saudari-saudarinya jadi iri. Mereka lalu berusaha membuat Psyche dan suaminya berpisah, dengan harapan sang suami tak dikenal nantinya akan menikahi mereka.

Mereka memanas-manasi Psyche. Menurut mereka, Psyche harus tahu identitas suaminya, karena bisa saja suaminya adalah monster, seorang monster tentu tidak ingin wajahnya dilihat. Mereka juga menyuruh Psyche membunuh suaminya itu jika memang monster. Malam itu, Psyche benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.

Saat melihat wajah sang dewa, Psyche merasa senang dan terkejut sehingga menumpahkan tetesan lentera yang ia bawa ke badan Cupid. Cupid merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psyche itu. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psyche, yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya.

Lama Psyche menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi datang. Psyche pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psyche menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi Yunani mencari keberadaan suaminya.

Setelah mendengar bahwa suami Psyche adalah dewa dan kini telah meninggalkan Psyche, kakak-kakak Psyche pun pergi ke bukit berbatu dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai mati.

Disisi lain Psyche yang terus mencari suaminya dengan berbagai cara, termasuk menanyakannya langsung dengan Afrodit, yaitu Ibu dari Cupid. Namun karena Cupid masih kesal dengan Psyche, dia memberikan beberapa tantangan pada Psyche. Saat menyelesaikan tantangan terakhir, Psyche malah terkena kutukan akibat keinginannya membuka sebuah kotak kecantikan, dia berpikir dengan membuka kotak kecantikan, iya akan menjadi lebih cantik dan Cupid kembali kepadanya.

Tidak sesuai dengan harapan, kotak itu malah mengutuknya dan ia tertidur abadi. Namun kutukan itu akhirnya bisa terlepas setelah Cupid datang dan menghilang kan kutukan tersebut dan mencium Psyche. Saat tersadar Psyche sangat senang dengan apa yang ia lihat, suami tercintanya ada di hadapannya.

Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.

Referensi:

Black, Jonathan. (2015). Sejarah dunia yang disembunyikan. Tangerang: Pustaka Alvabet.

https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Kisah_Cinta/Cupid_dan_Psikhe

Sabtu, 19 November 2016

Job enrichment

Pendahuluan

Dalam tugas kali ini akan membahas tentang seputar dunia pekerjaan. Apa-apa yang berkaitan dengan pekerjaan dan hal aa yang aka mempengaruhi kualitas kerja kalian. Dengan anda membaca teori dibawah, anda dapat mengetahui sebagia kecil dari seputar dunia pekerjaan.

Teori Job Enrichment

Job enrichment adalah memberikan tugas dan tanggung jawab lebih besar pada karyawan dan menambah pekerjaan dalam hal kualitas, atau kompleksitasnya. Selain itu, pengertian lainnya adalah meningkatkan otonomi seseorang dalam mengatur pekerjaannya. Misalnya seorang petugas di dalam melakukan pekerjaannya sebelumnya diatur oleh suatu prosedur yang ketat, dimana dia tidak diberikan wewenang / hak untuk memilih metode yang dia anggap paling efektif untuk memilih bahan-bahan yang dibutuhkan / untuk mengatur pekerjaannya. Perubahan ini akan diberikan tantangan yang lebih besar bagi dia dan diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas.

Pengayaan pekerjaan (Job enrichment / vertical job) melibatkan pembentukan motivator dalam suatu pekerjaan dengan cara meningkatkan fungsi perencanaan, pengambilan keputusan, pengorganisasian dan pengendalian tugas manajerial tradisional yang dilakukan pekerja. Idenya adalah untuk mendorong setiap karyawan menjadi manajer, minimal manajer bagi pekerjaannya sendiri.

Job enrichment adalah meningkatnya rentangn dan jenis pekerjaan tak cukup untuk meningkatkan motivasi karyawan. Oleh karena itu, pengayaan pekerjaan berusaha untuk meningkatkan baik jumlah tugas yang dilakukan maupun pengawasan yang dilakukan pekerja terhadap pekerjaan tersebut.

Kasus

Albert adalah seorang engineering di salah satu hotel ternama di indonesia. Dia sudah bekerja selama hampir 10 tahun. Albert termasuk pegawai yang rajin, kinerja yang ia lakukan sangat bagus. Teman-teman kerjanya pun selalu memuji skill dan keahlian. Meneger pun tahu, hasil kerja yang di lakukan albert, semuanya pun terlihat hampir sempurna. Dan meneger pun bangga telah memiliki pegawai seperti Albert. Selain sebagai engginering, Albert juga, memiliki skill dan keahlian dibagian pekerjaan lain. Dan Albert pun, juga sangat dekat dengan rekan kerjanya dan sangat berpengaruh terhadap rekan kerjanya. Akhirnya, meneger mempromosikan ia agar dinaikkan. Setelah itu, Albet pun dinaikkan pekerjaan menjadi asisten meneger engineering. Karna, kualitas skill yang bagus dan keahlian yang hampir sempunra, Albert dipromosikan untuk bekerja menjadi asisten meneger engginering dan gajinya pun naik berkali lipat.

Analisis

Dalam kasus kali ini, Albert adalah pegawai yang meiliki kualitas yang baik. Dengan skill dan keahlian yang ia miliki, ia dapat menaikan kualitas kinerjanya hingga dapat dipromosikan dan naik jabatan kerjanya menjadi meneger enginering. Selain naik jabatan, Albert juga mendapatkan gaji yang berlipat-lipat. Disini adalan point yang kita ambil. Dari kualitas kerja kita yang baik dan bagus, maka kita akan mendapatkan promosi dan jabatan yang layak untuk kualitas kerja kita yang kita miliki.
Kesimpulan
Dari materi kali ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas kerja yang baik yang kita miliki, akan menaikkan kerja kita. Karna, dari naiknya jabatan yang telah kita dapat, akan menaikan kualitas kinerja kita lagi di waktu lainnya.

Daftar Pustaka

Griffin, R, W. (2004). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Hariandja, M,T,H. (2002). Manajemen sumberdaya manusia. Jakarta:PT  gramedia widiasarana indonesia.
Zimmerer, T, W., Scarborough, N, M., Wilson, D. (2008). Kewirausahaan dan manajemen usaha kecil. Jakarta: Salemba empat

Minggu, 06 November 2016

Teori - teori psikologis dalam organisasi

1.Teori penguatan (reinforcement), tokohnya B.F Skinner
Adalah adanya hubungan antara suatu stimulus dan respons yang terjadi melalui sebuah interaksi dalam suatu lingkungan. Setelah adanya interaksi, lalu memuncullah suatu perubahan perilaku pada seseorang.
Skinner membedakan penguatan menjadi 2 jenis :
Penguatan positif, adalah suatu perubahan perilaku yang alamiah memperkuat seseorang
Penuatan negatif, adalah suatu perubahan perilaku yang dapat merubah individu menjadi buruk / negative
Kasusnya :
a. Pengutan positif :
Misalnya, hari ini Fuddy di masehati oleh kedua orangtuanya “jika tidak mendapatkan nilai C pada semester ini, maka Fuddy akan menadapatkan uang bulanan tambahan”. Akhirnya, Fuddy belajar dengan giat hingga pas ipk semester ini keluar. Hasilnya tidak ada yang C. Dan Fuddy, mendapatkan nilai yang bagus.
b. Penguatan negatif :
Misalnya, Susi sering pulang tengah malam karna ia sering pergi ke club malam bersama teman-teman kuliahnya. Orangtua Susi menasehati “jika kamu (Susi) masih pulang malam, kamu tidak boleh tidur di kamar”. Namun, ia masih tetap pulang malam, dan akhirnya ia tidak diperbolehkan tidur di kamarnya.
Analisisnya :
Dari kedua penguatan diatas, adanya penguatan positive dan penguatan negative yang mana dari kedua reinforcement tersebut memiliki dampak/hasil yang yang berbeda. Walaupun sama sama penguatan, kedua penguatan tersebut memliki cara yang berbeda dalam penerapannya. Jadi, jika menggunakan penguatan positive, lebih cenderung memiliki dampak perubahan yang lebih cepat dibandingkan denga penguatan negative.
Implikasi praktis dari teori penguatan dalam perilaku organisasi adalah, jika seseorang diberikan suatu penguatan (reinforcement) maka akan timbul beberapa gejala terhadap seseorang tersebut. Bukan gangguan. Hanya ada hal-hal yang nantinya berubah dari yang tadinya kurang baik menjadi baik. Dan berdampak tersebut baik bagi dirinya dalam berorgaisasi maupun dalam kebidupan sehari-hari.

2. Teori harapan
teori harapan, kekuatan dari suatu kecenerungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.
Kasusnya :
a. Misalkan, ada seorang perempuan yang didiagnosis oleh dokter bahwa dirinya tidak akan lama bertahan hidup dikarnakan kanker yang dideritanya. Perepuan tersebut sempat hilang harapan dan putus asa. Namun, teman-teman, keluarga, kerabat, dan orang lain pun selalu menyemangati perempuan tersebut supaya tetap semangat untuk bertahaan hidup dan sembuh dari kanker yang ia derita. Akhinya, dengan semangat yang ia dapat dari lingkungan hidupnya, ia bangkit dan berharapn pada tujunnya agar dapat sembuh dari penyakit kanker yang dideritanya.
Analisisnya :
Dari kasus diatas, kita bisa pahami bahwa setiap orang memiliki harapan. Harapan yang ada di dalam dirinya, harapan yang membangun sebuah tujuan untuk menggapai apa yang diinginkannya. Harapan yang menbangkitkan seseorang dari masa terpuruknya. Berusaha sebugh dari sakit kanker yang dideritanya. Kanker bukan suatu penyakit yang mudah disembuhkan. Maka, dengan adanya teori harapan ini, seorang pengidap kanker pun memiliki semangat untuk bisa sembuh dan sehat kembali.
Implikasi praktis teori harapan terhadap perilaku organisasi adalah, dalam ruang lingkup organisasi pasti ada suatu keinginan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Mereka memiliki harapan agar hal tersebut dapat terwujud. Perilaku mereka akan berdampak pada tercapainnya apa yang mereka inginkan. Dengan adanya harapan ingin mengapai tujuan yang sama dalam organisasi, maka mereka akan melakukan hal yang terbaik dan berusa keras agar apa yang mereka tuju tercapai hingga berhasil. Implikasi praktis bagi organisasi : teori harapan mambantu menjelaskan mengapa banyak pekerja tidak termotivasi dalam pekerjaan –pekerjaan mereka dan hanya melakukan usaha minimum untuk mencapai sesuatu.

3. Teori penetapan tujuan
Teori penetapan tujuan (Edwin Locke’s Theory)
Dalam teori ini, edwin locke mengemukakan kesimpulan bahwa penetapan suatu tujuan tidak hanya berpengaruh terhadap pekerjaan saja, tetapi juga mempengaruhi orang tersebut untuk mencari cara yang efktif dalam mengerjakannya (dalam mangkunegara, 2015). Kejelasa tujuan yang hendak dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugasnya akan menumbuhkan motivasi yang tinggi. Tujuan yang sulit sekalipun apabila ditetapkan sendiri olehorang yang bersangkuta atau organisasi yang mebawahinya akan membuat prestsi yang meningkatkan, asalkan dapat diterima sebagai tujuan yang pantas dan layak dicapai (dalam siagian,2004). 

Kasusnya :
a. Misalkan, alverdo ingin membuat usaha toko baju ala jepang dan anime, dikarnakan ia sangat menyukai hal-hal yang dibawa dari negri sakura tersebut. Kemudian dengan niat dan kebernian yang ia miliki, ia mulai membuka toko baju tersebut dan setelah setahun kemudain, toko nyatoko baju tersebutpembeli, hingga orang dari luar daerah pun mampir ke toko baju jepang milik alverdo,yang ia rintis dari nol, mulai ramai oleh pembeli, hingga orang dari luar daerah pun mampir ke toko baju jepang milik alverdo, karna begitu terkenalnya toko baju tersebut. Dengan adanya tujuan yang jelan dan niat yang kuat, alverdo berhasil menjuallkan baju jepang dan anime yang ia sukai.
Analisisnya :
Dari kasus diatas, bahwa adanya tujuan yang pasti dan niat yang kuat maka akan tercapai keinginan yang ingin dicapai. Alverdo menginginkan hobinya menjadai suatu hal yang menghasilkan bagi dirinya. Akhirnya ia memutuskan untuk membuka toko baju. Alhasil, denga adanya tujuan dan niat, dapat membangun motivasi dan semangat untuk mencapai apa yang dituju. Dan nyatanya, tujuan tersebut membuahkan hasil. Jadi dengan teori penempatan yujuan, kita dapat lebih megetahui, tujuan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita.
Implikasi perilaku teoritis terhadap teori penetapan tujuan adalah, setiap orang yang ada dalam organisasi pasti memiliki tujuan dalam keanggotaannya dalam organisasi. Baik di dalam pekerjaan atau ruang lingkup lain, seseorang menginginkan suatu dari apa yang mereka kerjakan. Misalkan, pegawai bekerja agar mendapatkan gaji. Jadi dengan bekerja mereka akan mendapatkan gaji. Jika ingin mendapatkan gaji yang lebih, makan jam kerjanya bisa di tambah. Dengan seseorang mendapatkan gaji tambahan dalam pekerjaannya, maka akan menimbulkan motivasi untuk bekerja lebih keras agar mencapai tujuan yang mereka inginkan, yaitu mendapatkan gaji tambahan.

4. . Toeri hirarki kebutuhan maslow
Menurut Gouzall (2001). Menyatakan bahwa teori hirarki kebutuhan maslow pada dasarnya terdiri dari beberapa anggapan yaitu :
1. manusia adalah mahkluk yg berkeinginan. Mereka di motivasi oleh suatu keinginan untuk memuaskan berbagai kebutuhan. Jika kebutuhan yang telah terpuaskan, maka tidak lagi berfungsi sebagai motivasi.
2. Kebutuhan seseorang tersusun secara berurutan dalam 1 hirarki (jenjang), mulai dari yang palingadasar hingga yang paling tinggi
3. Kebutuhan seseorang bergerak dari tingkat lebih rendah ke tingkat berikutnya, setelah kebutuhan yang lebih rendah itu secara minimal terpuaskan.
Menurut teori hirarki kebutuhan maslow bahwa seseorang akan cenderung memuaskan kebutuhan2nya secara sistematis mulai dari yang paling dasar, selanjutnya bergerak ke atas mengikuti hirarki kebutuhan yang paling rendah akan mendapat prioritas dibandingakan dengan jenis kebutuhan yang berada di atasnya.
Kasusnya :
Indah merasa lapar karna belum sarapan dari pagi hari. Ia diberikan uang jajan oleh mamanya agar ia bisa makan nanti saat di kampus. Sebelum jam masuk, indah lewat didepan kantin kampus, karna perutnya sudah mulai keroncongan, akhirrnya indah membeli beberapa makanan dan minuman sambil menunggu jam kuliah mulai.
Analisisnya :
Dalam hirarki kebutuhan maslow ada tingkatan, yaitu : kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri. Posisi indah berada di hirarki paling bawah yaitu kebutuhan fisiologis. Indah merasa lapar, agar laparnya hilang, indah membeli makanan. Ini adalah salah satu contoh bahwa seseorang memiliki kebutuhan untuk dirinya.
Implikasi praktis terhadap teori kebutuhan maslow dalam perilaku organisasi adalah bahwa setiap pelaku dalam organisasi pasti membutuhkan kebutuhan dari lima hirarki kebutuhan maslow, atau mungkin salah satu dari hirarki tersebut. Yang mana, jika semua hirarki tersebut terpenuhi dalam pelaku organisasi, makan orang tersebut dapat mengaktualisasikan dirinya menjadi lebih baik. Dan dapat membawakan dampak positif bagi tercapainnya tujuan atau keinginan yang pelaku dan organisasi tersebut harapkan.

Daftar pustaka :
Hamid, Sanusi. (2014). Manajemen sumberdaya mansia lanjutan.Yogyakarta: Deepublish
Judge, T,A. Robbins, S,P. (2008). Perilaku organisasi, Edisi 12. Jakarta: Salemba empat
https://books.google.co.id/books?id=3jJiDAAAQBAJ&pg=PA77&dq=teori+penguatan+skinner&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=teori%20penguatan%20skinner&f=false

Minggu, 16 Oktober 2016

kekuasaan, Leadership, dan motivasi

PENDAHULUAN
Kekuasaan, leadership, dan motivasi, ini adalah tiga unsur yang saling memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. Kekuasaan adalah tindakan atau sikap yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki pangkat, jabatan, kuasa yang tinggi terhadap suatu tingkatan hidup yang orang tersebut miliki. Contoh misalnya, seperti : Peresiden, Mahkamah, Agung, Dll. Bahkan, orang tua kita sendiri pun memiliki kuasa atas diri kita sendiri.
Kekuasaaan juga suatu tindakan bagaimana cara kita dapat mengatur suatu kelompok, grup, organisani, atau kumpulan lainnya. Yang mana dengan adanya kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang, seseorang tersebut dapat mengatur kelompok organisasi dengan kekuasaannya yang ia miliki. Dalam hal kekuasaan, ada satu hal yang mempengaruhi kekuasaan tersebut dapat berjalan dengan baik atau tidaknya. Hal tersebut, ialah “Motivasi”. Motivasi itu sendiri bisa dikatakan sebagia niatan awal bagi seseorang sebelum lelakukan sesuatu. Atau dalam kata lain, motivasi bisa lebih dikenal sebagai hal yang bisa membuat orang lain bersemangat sebelum melakukan suatu tindakan. Dan yang terakhir, hampir dilupakan, adalah Leadership atau Kepemimpinan, hampir sama dengan kekuasaan, Cuma yg membedakan sedikit darinya adalah, kepemimpinan itu bersifat individual. Dan pada intinya, hal yang menyokong atau menopang suatu kekuasaan yang baik atau kepemimpinan (Leadership) yang baik adalah motivasi. Jika seseorang memiliki motivasi yang baik bagi kekuasaan atau kepemimpinanya, maka seorang tersebut dapa menjadi pemimpin yang baik bagi apa yang ia pimpin dan kuasai.
TEORI
Pengertian kekuasaan secara umum adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku. Pengertian kekuasaan dirumuskan secara umum sebagai kemampuan seorang pelaku untuk memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang sehingga sesuai atau persis dengan keinginan pelaku yang memiliki kekuasaan. Adapun, beberapa pengertian kekuasaan menurut tokoh, yaitu :
Pengertian kekuasaan Menurut Max Weber
Menurut Max Weber dalam Buku Wirtschaft und Gessellshaft (1992) bahwa pengertian kekuasaan adalah kemampuan untuk, dalam suatu hubungan sosial melaksanakan kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apapun dasar kemampuan ini. Pengertian kekuasaan oleh Max Weber ini dapat kita katakan bahwa kekuasaan adalah keegoisan dalam suatu kelompok akan tetapi walaupun keegoisan tersebut memiliki pertentangan, tetap tidak mampu melawan dikarenakan adanya kekuasaan tersebut.
Pengertian Kekuasaan Menurut Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan
Pengertian kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan (Power is a relationship in which one person or group is able) tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari pihak pertama (to determine the action of another in the direction of the former’s own ends).
Pengertian kekuasaan Oleh Barbara Goodwin (2003)
Pengertian kekuasaan oleh ahli politik kontemporer ini sedikit lebih kasar, menurutnya, pengertian kekuasaan adalah: Kemampuan (Force is the ability) untuk mengakibatkan  seseorang bertindak dengan cara yang oleh yang bersangkutan (to cause someone to act in a way which she would not choose), dan tidak akan dipilih seandainya ia tidak dilibatkan (left to herself). Dengan kata lain memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendaknya (In other words to force someone to do something against her will).
Berdasarkan pengertian kekuasaan diatas, dapat diambil beberapa poin yaitu:
1.         Bahwa kekuasaan umumnya diselenggarakan melalui isyarat jelas.  Hal ini disebut dengan kekuasaan Manifes atau manifest power.
2.         Kekuasaan yang lain, namun hanya kadang terjadi yaitu kekuasaan implisit yang terjadi tanpa adanya isyarat yang jelas.
3.         Hal yang perlu ditekankan karena adanya kekuasaan  adalah adanya hak untuk mengadakan sanksi. Dalam menyelenggarakan kekuasaan, banyak upaya yang dilakukan dalam bentuk sanksi untuk menegakkan kekuasaan seperti koersi, persuasi dan cara lainnya.
Jadi, pada dasarnya kekuasaan adalah suatu perilaku untuk mempengaruhi orang lain. Bagaimana cara kita dapat mempengaruhi orang lain dan bagaimana cra kita dapat mengatur orang lain seuai dengan kemampuan (abilitie) mereka.
Kemudian akan saya jelaskan tentang Leadership dari sumber lain :
Pengertian kepemimpinan ( leadership ) telah banyak dikemukakan para pakar atau akhli di bidang manajemen sumber daya manusia. Definisi atau pengertian kepemimpinan ( leadership ) banyak yang dikutip oleh Thoha (2006 : 5) dari berbagai pakar atau ahli, antara lain sebagai berikut:
1.                  Menurut Robert Dubin definisi atau pengertian kepemimpinan diartikan sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan,
2.                  Menurut J.L. Hemphill:definisi atau pengertian kepemimpinan adalah suatu inisiatif untuk bertindak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencapai jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama,
3.                  George R. Terry memberikan definisi atau pengertian kepemimpinan sebagai aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Yukl G. (2001 : 3) mengatakanbahwa istilah kepemimpinan adalah kata yang diambil dari kata-kata yang umum dipakai dan merupakan gabungan dari kata ilmiah yang tidak didefinisikan kembali secara tepat. Penelitian biasanya mendefinisikan kepemimpinan sesuai dengan prespektif individualnya dan aspek gejala yang paling menarik perhatiannya. Setelah melakukan peninjauan mendalam terhadap literatur kepemimpinan. Selain definisi atau pengertian kepemimpinan ( leadership ) yang dikutip Thoha.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat di perhatikan sebenarnya banyak kesamaan antara kekuasaan dan leadership. Namun, yang membedakan dari dua hal di atas hanyalah tetntang gaya pembawaanya. Kekuasaan mempunyai arti, yaitu adalah cara bagaimana untuk mempengaruhi orang lain. Sedangkan leadership adalah cara bagaimana mempengaruhi orng lain untuk mencapai satu tujuan.
Kemudian yang terakhir adalah motivasi. Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al. (2000), motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak (Sargent, dikutip oleh Howard, 1999) menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).
Motivasi menjadi suatu kekuatan, tenaga atau daya, atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari (Makmun, 2003). Motivasi seseorang dapat ditimbulkan dan tumbuh berkembang melalui dirinya sendiri-intrinsik dan dari lingkungan-ekstrinsik (Elliot et al., 2000; Sue Howard, 1999). Motivasi intrinsik bermakna sebagai keinginan dari diri sendiri untuk bertindak tanpa adanya rangsangan dari luar (Elliott, 2000). Motivasi intrinsik akan lebih menguntungkan dan memberikan keajegan dalam belajar. Motivasi ekstrinsik dijabarkan sebagai motivasi yang datang dari luar individu dan tidak dapat dikendalikan oleh individu tersebut (Sue Howard, 1999). Elliott et al. (2000), mencontohkannya dengan nilai, hadiah, dan/atau penghargaan yang digunakan untuk merangsang motivasi seseorang.
Dapat ditarik kesimpulan, bahwa motivasi adalah suatu dorongan atau kehendak dari individu yang memiliki tujuan dan keingin terhadap suatu han tertentu. Misalkan, motivasi untuk belajar, makan, mendapatkan prestasi yang bagus, itu bisa disebut juga dengan motivasi.
CONTOH KASUS
Banyak contoh yang dapat kita kaji tentang kekuasaan, leadership, dan motivasi di lingkungan sekitar kita. Namun, kali ini saya akan membahas tentang diri saya sendiri. Saya adalah salah satu mahasiswa di salah satu univeritas terkenal di indonesia. Saya saat ini masih semester 5 saat saya mengetik artikel ini sehubungan dengan tugas yang diberikan oleh dosen terbaik dan tercantik menurut teman sebangku saya.
Selain jadi mahasiswa, saya jugaa aktif dalam kelas dan sekaligus saya ditunjuk dan diamanahkan sebagai ketua kelas dari kelas yang saya tempati. kemudian, pada suatu hari, saya diberikan amanah dari dosen lainnya, agar kelas kami membuat kelompok untuk persiapan semester kali ini. bukan hanya kelompok, dosen saya juga menyuruh untuk sampaikan kepada teman – teman sekelas agar setiap kelompok sudah menyiapkan beberapa judul untuk bahan praktikum kelas kami. Akhirnya, dengan inisiatif saya, saya langsung segera memberikan amanah tersebut dan memerintahkan bagi setiap teman – teman untuk membuatkan kelompok bersertakan judul untuk bahan praktikum. Hasilnya, mereka melakukan hal tersebut seseuai dengan amanah yang dosen saya sampaikan.
ANALISIS KASUS
Dari contoh kasus diatas, dapat kita samakan dengan teori kali ini adalah : “kekuasaan adalah cara untuk mempengaruhi seseorang dan untuk mencapai suatu tujuan. Lalu, dengan adanya motivasi, maka tujuan tersebut bisa terwujudkan”. Dangan adanya, kekuasaan yang saya miliki sebagai ketua kelas, saya dapat lebih muda untuk mengatur dan memberikan intruksi atau amanah yang telah disampaikan dosen kepada saya. Dengan kekuasaan ini bukan berarti kita bisa semena – mena, atau seenaknya, menjadikan kekuasaan itu sendiri sebagai pembalasan ego terhadap suatu hal pribadi tertentu. Dengan adanya motivasi juga mendukung agar suatu perintah mencapai pada tujuan yang ditentukan. Tanpa adanya motivasi, mungkin suatu perintah atau suatu kekuasaan akan bernilai tidak sesua dengan apa yang dibayangkan di mata teman – teman mahasiswa. Pada intinya, dengan adanya kekuasaan, leadership, dan motivasi dapat memudahkan seseorang dalam mengatur dan mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
Sumber :

Berikut tugas yang kedua adalah menganalisis bagaimana cara atau gaya kepemimpinan beberapa tokoh – tokoh yang pernah menjabat menjadi president di negara indonesia. Berikut adalah beberapa tokoh yang akan saya sebutkan, yaitu :
1.                  Presiden Soekarno,
Adalah bapak proklamator, seseorang yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat populis, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang lembut dan menyukai keindahan.
Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol di dalam Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasi pergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta pergerakan melepas ketergantungan dari negara-negara Barat (Amerika dan Eropa).
Ir. Soekarno adalah pemimpin yang kharismatik, memiliki semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Namun berdasarkan perjalanan sejarah kepemimpinannya, ciri kepemimpinan yang demikian ternyata mengarah pada figur sentral dan kultus individu. Menjelang akhir kepemimpinannya terjadi tindakan politik yang sangat bertentangan dengan UUD 1945, yaitu mengangkat Ketua MPR (S) juga.
Jadi, Bapak Presiden Republik Indonesia ini sangat memiliki pengaruh yang besar terhadap kemerdekaan indonesia. Di jajah hampir 360 tahun oleh penjajah, kemudian dengan kekuatan, kegigihan, serta semnagat juag terhadap tanah air, Bapak Presiden Pertama kita telah melahirkan negara yang merdeka.
2.                  Presiden Soeharto
Diawali dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 kepada Letnan Jenderal Soeharto, maka Era Orde Lama berakhir diganti dengan pemerintahan Era Orde Baru. Pada awalnya sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan menonjol dari Presiden Soeharto adalah kesederhanaan, keberanian dan kemampuan dalam mengambil inisiatif dan keputusan, tahan menderita dengan kualitas mental yang sanggup menghadapi bahaya serta konsisten dengan segala keputusan yang ditetapkan.
Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal visi yang jauh ke depan dan sadar akan perlunya langkah-langkah penyesuaian.
Bapak Presiden kita yang kedua, memiliki nilai kepemimpinan yang bagus pada masanya. Dengan mengemban keserderhanaan, keberanian, serta mampu mengambil langkah nisiatif  beliau menjadi ikon figure yang di banggakan oleh masyarakat pada saat itu. Namun, pada saat masa jabatannya sudah mulai berjalan, pemerintahan demokratis berubah menjadi pemerintahan otoriter. Yang mana, tentara mendapatkan hak dalam bidang politik selain menjaga kemanan negara. Ada beberapa alasan mengapa hal itu bisa terjadi. Maka dari itu, jelas sekali terlihat bahwa mantan Presiden Soeharto memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter, dominan, dan sentralistis.
3.                  Susilo Bambang Yudhono
Beliau ini presiden pertama yang dipilih oleh rakyat. Orangnya mampu dan bisa menjadi presiden. Juga cukup bersih, kemajuan ekonomi dan stabilitas negara terlihat membaik. Sayang tidak mendapat dukungan yang kuat di Parlemen. Membuat beliau tidak leluasa mengambil keputusan karena harus mempertimbangkan dukungannya di parlemen. Apalagi untuk mengangkat kasus korupsi dari orang dengan back ground parpol besar, beliau keliahatan kesulitan. Sayang sekali saat Indonesia punya orang yang tepat untuk memimpin, parlemennya dipenuhi oleh begundal-begundal oportunis yang haus uang sogokan.
Pembawaan SBY, karena dibesarkan dalam lingkungan tentara dan ia juga berlatar belakang tentara karir, tampak agak formal. Kaum ibu tertarik kepada SBY karena ia santun dalam setiap penampilan dan indah pula saat  berbusana. Penampilan semacam ini meningkatkan citra SBY di mata masyarakat.
SBY sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan kapanpun, di manapun, dan dalam kondisi apapun. Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur peragu, lambat, dan tidak “decisive” (tegas). Sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, tetapi selalu defensif terhadap kritik. Hanya sayang, konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Ia dipandang sering berubah-ubah dan membingungkan publik.
Dari keterangan diatas, bahwa sosok SBY adalah ikon figure yang baik dan dibanggakan oleh banyak masyarakat. Memamng betul, pada masa jabatannya belia sangatlah ulet dalam megambil sebuat keputusan. Selain itu beliau juga aktif dalam berbagai hal, contoh saat bencana tsunami di Aceh yang menelan banyak sekali korban jiwa, bapak SBY langsung terjun ke tempat bencana tersebut dan bercengkrama dengan para korban, serta mamberikan bala bantuan bagi korban bencana.
4.                  Jokowi Dodo
Siapa yang tidak kenal dengan Presiden Republic Indonesia yang satu ini. dengan sebagai sosok yang merakyat denga sebutan suka “blusukan” atau lebih dikenalnya langsung terjun ke lingkungan masyarakat dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Tidak banyak hal yang saya ketahui tentang belia. Namun yang saya tahu, adalah sebelum beliau menjabat sebagai Presiden Republic Indonesia beliau dulunya adalah gubernur DKI Jakarta, semasa jabatannya, beliau sangat baik dan memamng merakyat. Sampai saat ini pun, beliau masih sering menggunakan metode caranya berinteraksi langsung dengan rakyat. Menurut saya, Bapak Jokowi Dodo memeiliki satu hal yang unik yang tidak dimiliki oleh mantan Presiden Indonesia Lainnya. Sikap konsistenan bapak jokowi dalam mengambil keputusan sangatlah bagus, beliau sangat matang dalam mengambil suatu keputusan. Lalu, beliau juga tidak sama sekali memamerkan hal-hal yang ia punyai. Bersikap, sederhana, baik, dan merakyat, mau mendengarkan keluh kesah masyarakat, maka dari itulah ciri khas bapak jokowi dalam masa jabatannya hingga saat ini.