Minggu, 13 Maret 2016

Kesehatan Mental

Pengertian tentang kesehatan mental

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta membentuk hubungan positif dengan orang lain.

Namun sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Tidak mengherankan jika penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari penderitanya, misalnya terganggunya interaksi atau hubungan mereka dengan orang lain, terganggunya prestasi di ruang lingkup pendidikan, dan terganggunya produktivitas dalam pekerjaan.


A. Konsep Sehat

Konsep sehat berdasarkan dimensi
  • Dimensi Emosi, yaitu dimensi yang meihat dari bagaimana reaksi emosinyaseperti menangis, sedih, bahagia, depresi, optimis. Kesehatan Emosional/Afektifdilihat dari kemampuan mengenal emosi dan mengekspresikan emosi tersebut secara tepat.
  • Dimensi Intelektual. Bagaimana seseorang berfikir, wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya.
  • Dimensi Sosial. Tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga, pernihakan, dan sesama lainnya, penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Jalan yang akan kita ambil dan kedisiplinan.
  • Dimensi Fisik merupakan dimensi yang dapat ditelaah secara langsung atau memiliki dimensi yang paling nyata. Kesehatan fisik dapat dilihat dari kemampuan mekanistik dari tubuh. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
  • Dimensi Spiritual dilihat dari kepercayaan dan praktek keagamaan. Kesehatan spiritual dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati.  Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini.
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Pada sejarahnya, kesehatan mental terbagi menajdi dua periode, yakni pada periode perkembangan kesehatan mental zaman pra-ilmiah dan periode perkembangan kesehatan mental zaman ilmiah.


Pada zaman kesehatan pra ilmiah dapat dipelajari mulai zaman purba hingga zaman renaissance. Pada zaman purba, penyakit fisik disamakan dengan penyakit mental, sehingga jika ada seorang sakit kepala, maka akan sama dengan penyakit gila yang disebabkan mantra-mantra dari orang lain yang dianggap musuh. Adapun faktor mental yang biasanya terjadi pada manusia purba dikarenakan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah masalah kebutuhan hidup manusia purba (kebutuhan makanan) dengan hidup nomaden dan kekhawatiran perasaan saat melakukan perburuan atau menghadapi hewan buas atau predator. Pada zaman purba, manusia purba yang mengalami sakit fisik atau psikis ditolong dengan psikolog atau psikeater zaman tersebut. Para psikolog atau psikeater pada zaman purba adalah dukun-dukun yang biasanya para cendekiawan yang ada dalam kelompok. Jika ada penyakit mental atau fisik yang diderita oleh manusia purba terus berlanjut, maka dukun tidak segan-segan untuk membinasakannya.

Pada peradaban awal, orang-orang yang gangguan secara mental mulai menjadi hal yang wajar, orang-orang yang mengalami gangguan mental pada saat itu dirawat oleh tukang-tukang sihir. Pada zaman Babilonia dan Ninive, seorang tang terkena gangguan mental dihubungkan dengan setan dan penyembuhannya dilakukan dengan ritual-ritual atau upacara-upacara agama atau magis, agar setan yang ada dalam tubuh orang yang terkena gangguan mental dapat keluar. Dalam peradaban Mesir, kesehatan mental dihubungkan dengan hal-hal yang magis, meskipun peradaban dalam hal ilmu kesehatan sudah maju dan rasional dalam beberapa hal.

Abad Pertengahan (Abad Gelap) : Dancing mania, Ilmu Sihir (Kepercayaan terhadap Demonologi), Perawatan Pasie Sakit Mental di Lembaga; Zaman Renaissance: Switzerland, Jerman, Inggris, Prancis. Pada abad ini, exorcisme dianggap penting, (Hidayat & Herdi, 2013). Kesehatan mental dan proses penyembuhan seorang yang sakit menggunakan mantra-mantra. Meskipun sudah dianggap modern pada ilmu kedokterannya, mantra-mantra dan jimat ini dianggap salah satu teknik yang rasional dan sah dalam ilmu kedokteran. Adapun beberapa peristiwa yang terjadi di abad pertengahan adalah dancing mania. Dancing mania atau kegilaan massa atau disebut choreomania (tarian liar) terjadi di Eropa dalam periode abad X dan XV, dimana sejumlah besar orang menari secara liar dan tak terkendali sampai kehabisan tenaga (Hidayat & Herdi, 2013).

Perkembangan Kesehatan Mental Zaman Ilmiah : Abad XVII-Abad XX (Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Amerika Latin, Amerika Serikat; Psikiatri, Gangguan Mental Tidak Dianggap sebagai Orang Sakit; Gangguan Mental Dianggap Tidak Sakit; Melawan Diskriminasi terhadap Gangguan Mental. Pada zaman Ilmiah sekitar abad ke-18 yang dilihat sebagai zaman rasio, yakni perhatian dipusatkan pada pada klasifikasi dan sistem (Hidayat & Herdi, 2013). Kemajuan dalam bidang ilmu kedokteran terlihat sangat maju, terutama dalam bidang pengobatan.Sehingga dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dari zaman purba hingga zaman di era serba canggih dan modern ini, kesehatan masih tetap ada dan terjadi dan dialami sepanjang masa. Gangguan kesehatan mental yang dulunya dikenal identik dengan guna-guna, toh halus, gangguan setan dan sebagainya, kini lebih mendekati dan dapat dipelajari serta disembuhkan dengan pendekatan ilmiah dan proses-proses yang rasional dan lebih manusiawi.

Pendekatan Kesehatan Mental

       A. Pendekatan Orientasi Klasik
Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Kesehatan Mental : terhindarnya individu dari gejala gangguan jiwa(neurosis) dan gejala penyakit jiwa( psikosis), berupa simptom-simptom negatif yang menimbulkan rasa tidak sehat,dan bisa mengganggu efisiensi yang biasanya tidak bisa dikuasai individu.

B. Pendekatan Orientasi Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri (Menninger,1947) : perubahan dalam diri yang diperlukan untuk mengadakan hubungan yang memuaskan dengan orang lain/lingkungan.
Individu bermasalah : apabila tidak mampu menyesuaikan diri terhadap tuntutan dari luar dirinya, dengan kondisi baru serta dalam mengisi peran yang baru.
Normal dalam Orientasi ini :
a) Normal secara statistik; yaitu apa adanya. 
b) Normal secara normatif : individu bertingkah laku sesuai budaya setempat. 

C. Pendekatan orientasi pengembangan potensi 
Kriteria mental sehat dalam orientasi ini :

1. Punya pedoman normatif pribadi ( bisa memilih apa yang baik dan menolak yang buruk)

2. Menunjukan otonomi independen , mawas diri dalam mencari nilai-nilai pedoman.
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan. Telah terbukti bahwa tidak selamanya perasaan tunduk kepada pikiran, bahkan sering terjadi sebaliknya, pikiran tunduk kepada perasaan. Dapat dikatakan bahwa keharmonisan antara pikiran dan perasaanlah yang membuat tindakan seseorang tampak matang dan wajar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan Hygiene mental atau kesehatan mental adalah mencegah timbulnya gangguan mental dan gangguan emosi, mengurangi atau menyembuhkan penyakit jiwa serta memajukan jiwa. Menjaga hubungan sosial akan dapat mewujudkan tercapainya tujuan masyarakat membawa kepada tercapainya tujuan-tujuan perseorangan sekaligus. Kita tidak dapat menganggap bahwa kesehatan mental hanyasekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.



B. Teori kepribadian sehat

I. Aliran Psikoanalisa
1. Hakekat Manusia Menurut Freud :
- Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini
- Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
- Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
- Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif
- Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-                      konflik masa kanak-kanak yang direpresi.

2.Perkembangan Kepribadian

Struktur keperibadian

  1. Id, adalah sistem keperibadian yang asli yang ada semenjak individu lahir. Id berisikan semua aspek psikologis yang diturunkan, seperti insting, impuls dan drives. Id berada dan beroperasi dalam daerah unconscious, mewakili subyektivitas yang tidak pernah disadari sepanjang usia. Id berhubungan erat dengan proses fisik untuk mendapatkan enerji psikis yang digunakan untuk mengoperasikan sistem dari struktur kepribadian lainnya. Alwisol(2006:16). Calvin S. Hall dan Gardner dalam A. Supratiknya (1993:63) id merupakan sistem kepribadian yang asli; id merupakan rahim tempat ego dan super ego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir termasuk insting-insting. Id merupakan reservior energi psikis yang menyediakan seluruh daya untuk menjalankan kedua sistem yang lain. Id berhubungan erat dengan proses-proses jasmaniah dari mana id mendapatkan energinya.
  2. Ego adalah struktur kepribadian menurut Freud yang berurusan dengan tuntutan realitas. Ego disebut “badan pelaksana” (executive branch) kepribadian, karena ego membuat keputusan rasional. Id dan ego memiliki moralitas. Id dan ego tidak memperhitungkan apakah sesuatu itu benar atau salah. Jhon W. Santrock dalam Achmad Chusairi (1995:36). Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan obyektif. Orang yang lapar harus mencari, menemukan dan memakan makanan sampai tegangan karena rasa lapar dapat dihilangkan. Ini berarti orang harus belajar membedakan antara gambaran ingatan tentang makanan dan persepsi aktual terhadap makanan seperti yang ada di dunia luar. Setelah melakukan pembedaan yang sangat penting ini. Maka perlu mengubah gambaran kedalam persepsi, yang terlaksana dengan menghindarkan gambaran ingatan tentang makanan dengan penglihatan atau penciuman terhadap makanan yang dialaminya melalui pancaindra. Ego dikatakan mengikuti prinsip kenyataan. Dan beroperasi menurut proses sekunder. Tujuan prinsip kenyataan adalah mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan. Calvin S. Hall dan Gardner dalam A. Supratiknya (1993:64)
  3. Super ego adalah struktur kepribadian Freud yang merupakan badan moral kepribadian dan benar-benar memperhitungkan apakah sesuatu benar atau salah. Super ego dapat dikatakan sebagai “hati nurani”. Jhon W. Santrock dalam Achmad Chusairi (1995:37). Menurut Alwisol (2006:18) super ego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakia prinsip idealistik sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistik ego. Sedangkan menurut Koswara (1991:34) super ego adalah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang sifatnya evaluatif (menyangkut baik buruk). Super ego terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai atau aturan- aturan oleh individu dari sejumlah figur yang berperan, berpengaruh atau berarti bagi individu tersebut seperti orang tua dan guru. ·
Keperibadian yang normal (sehat).

  1. Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
  2. Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan.
  3. Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego. Prayitno (1998:42).

II. Aliran Behaviorisme
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subyek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak).

Watson menolak pikiran sebagai subjek dalam psikologi dan mempertahankan pelaku sebagai subjek psikologi. Khususnya perilaku yang observabel atau yang berpotensi untuk dapat diamati dengan berbagai cara baik pada aktivitas manusia dan hewan.

3 prinsip dalam aliran behaviorisme:

1. Menekankan respon terkondisi sebagai elemen atau pembangun pelaku. Kondisi adalah lingkungan external yang hadir dikehidupan. Perilaku muncul sebagai respon dari kondisi yang mengelilingi manusia dan hewan.
2. Perilaku adalah dipelajari sebagai konsekuensi dari pengaruh lingkungan maka sesungguhnya perilaku terbentuk karena dipelajari. Lingkungan terdiri dari pengalaman baik masa lalu dan yang baru saja, materi fisik dan sosial. Lingkungan yang akan memberikan contoh dan individu akan belajar dari semua itu.
3. Memusatkan pada perilaku hewan. Manusia dan hewan sama, jadi mempelajari perilaku hewan dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku manusia.

III. Aliran Humanistik
Pandangan humanisme dalam kepribadian menekankan hal-hal berikut :

1. Holisme
Holisme mengaskan bahwa organisme selalu bertingkahlaku sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian / komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari satu kesatuan, dan apa yang terjadi di bagian ssatu akan mempengaruhi bagian lain. Hukum yang berlaku umum mengatur fungsi setiap bagian. Hukum inilah yang mestinya ditemukan agar dapat dipahami berfungsinya tiap komponen. Pandangan holistik dalam kepribadian, yang terpenting adalah :

• Kepribadian normal ditandai oleh unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi (unity, integration, consistency, dan coherence). Organisasi adalah keadaan normal dan disorganisasi berarti patologik.
• Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya, tetapi tidak ada bagian yang dapat dipelajari dalam isolasi. Keseluruhan berfungsi menurut hukum-hukum yang tidak terdapat dalam bagian-bagian.
• Organisme memiliki satu dorongan yang berkuasa, yakni aktualisasi diri (self actualization). Orang berjuang tanpa henti (continuous) untuk merealisasikan potensi inheren yang dimilikinya pada ranah maupun yang terbuka baginya.
• Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. Potensi organisme, jika terkuak di lingkungan yang tepat, akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan integral.
• Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna daripada penelitian ekstensif terhadap banyak orang mengenai fungsi psikologis yang diisolir.

2. Menolak Riset Binatang
Psikologi Humanistik menekankan perbedaan tingkah laku manusia dengan tingkah laku binatang. Riset binatang memandang manusia sebagai mesin dan mata rantai reflekskondisioning, mengabaikan karakteristik manusia yang unik seperti idea, nilai-nilai, keberanian, cinta, humor, cemburu, dosa, serta puisi, musik ilmu, dan hasil kerja berfikir lainnya.

3. Manusia Pada Dasarnya baik
Manusia mempunyai struktur psikologis yang analog dengan struktur fisik : mereka memiliki “ kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang sifat dasarnya genetik :“beberapa sifat menjadi ciri umum kemanusiaan, sifat-sifat lainnya menjadi ciri unik individual. Kebutuhan, kemampuan dan kecenderungan itu secara esensial sesuatu yang baik, atau paling tidak sesuatu yang netral. Pandangan Maslow menjadi pembaharuan terhadap pakar yang menganggap kebutuhan dan tendensi manusia itu buruk atau antisosial (misalnya, apa yang disebut dosa warisan oleh ahli agama dan konsep id dari Freud). Sifat setan yang jahat, destruktif dan kekerasan adalah hasil dari frustrasi atau kegagalan memuaskan kebutuhan dasar, dan bukan bagian dari hereditas. Manusia mempunyai struktur yang potensial untuk berkembang positif.

4. Potensi Kreatif
Kreativitas merupakan ciri universal manusia, sejak dilahirkan. Ini adalah sifat alami, sama dengan sifat biji yang menumbuhkan daun, burung yang terbang, maka manusia mempunyai sifat alami untuk menjadi kreatif. Kreativitas adalah potensi semua orang, yang tidak memerlukan bakat dan kemampuan yang khusus. Sayangnya, umumnya orang justru kehilangan kreativitas ini karena proses pembudayaan (enculturated). Termasuk di dalamnya pendidikan formal, yang memasung kreativitas dengan menuntut keseragaman berfikir kepada semua siswanya. Hanya sedikit orang yang kemudian menemukan kembali potensi kreatif yan segar, naif, dan langsung, dalam memandang segala sesuatu.

5. Menekankan Kesehatan Psikologik
Pendekatan humanistik mengarahkan perhatiannya kepada manusia sehat, kreatif dan mampu mengaktualisasikan diri. Ilmu jiwa seharusnya memusatkan analisisnya kepada tema pokok kehidupan manusia, yakni aktualisasi diri. Maslow mengungkapkan psikopatologi umumnya hasil dari penolakan, frustrasi, atau penyimpangan dari hakekat alami seseorang. Humanistik tidak jelas kaitannya dengan ekologi psikologi. Pada satu sisi, Humanistik tempat yang paling berkuasa atas nilai potensial untuk pengembangan individu. Ini nilai-nilai pengalaman manusia dan kemampuan manusia untuk melampaui pikiran dengan lingkungan sekitarnya, dengan cara yang kreatif. Jadi dalam hal Humanistik untuk manusia dan pengalaman. Humanistik adalah ilmu manusia untuk menangkap pengalaman dalam semua keindahan yang subjektif. Ini yang menyebabkan sebuah penekanan atas berbagai metode fenomenologi yang bertujuan untuk mendapatkan semaksimal mungkin jati diri manusia.
 
Perbedaan Aliran Psikoanalisa, Behaviorisme, Humanistik Tentang Kepribadian Sehat:

  1. Dalam aliran psikoanalisis sangat menekankan pada perilaki id, ego, dan super ego dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Dalam aliran behaviorisme sangat menekankan pada perilaku stimulus-respon pada manusia ataupun hewan.
  3. Dalam aliran humanistik menekankan pada sifat-sifat dasar manusia yang sudah secara alamiah disadari oleh manusia.
 IV. Pendapat Allport

 Perkembangan propium

Propium berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkat “diri”. Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut dipersatukan dalam satu konsep propium. Jadi propium adalah susunan dari tujuh tingkat “diri" ini.

1. “Diri” jasmaniah
Bayi tidak dapat membedakan antara diri “saya” dan dunia sekitarnya. Berangsur-angsur dengan makin bertambah kompleksnya belajar dan pengalaman-pengalaman perseptual, maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “dalam saya” dan hal-hal lain “di luarnya”. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka muncullah tingkat pertama perkembangan propium-diri jasmaniah

2. Identitas-diri
Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas-diri adalah nama orang. nama itu menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yang lain di dunia.

3. Harga-diri
Inti dari munculnya harga-diri ialah kebutuhan anak akan otonomi. hal ini kelihatan dalam tingkah lakunya yang negatif sekitar usia 2 tahun, ketika anak kelihatannya selalu menentang segala sesuatu yang dikehendaki orang tua untuk di lakukannya. Kemudian sekitar usia 6 atau 7 tahun harga-diri lebih di tentukan oleh semangat bersaing dengan kawan-kawan sebayanya.

4. Perluasan diri
5. Gambaran diri
6. Diri sebagai pelaku rasional
7. Perjuangan Propium


Perkembangan Kepribadian Yang Sehat

Allport memperhatikan hubungan antara bayi dan ibunya, khususnya dengan banyaknya keamanan dan kasih sayang yang diberikan ibu terhadap anak. Apabila bayi menerima keamanan dan kasih sayang yang cukup, pertumbuhan psikologis yang positif akan terjadi sepanjang tingkat munculnya diri. anak akan membentuk identitas dan gambaran-diri, dan diri akan mulai meluas melampaui orang itu. selama masa adolesensi, perjuangan-perjuangan propium akan terbentuk menjadi frame of reference dan dorongan bagi pertumbuhan yang akan datang. dengan semua segi diri pada tempatnya, maka hampir pasti akan muncul seorang dewasa yang sehat dan matang.

KRITERIA KEPRIBADIAN YANG MATANG 

Tujuh kriteria kematangan ini merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat. 

1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan pehatian-perhatian di luar diri. Orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh. Allport menamakan hal ini “partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia”. Orang harus meluaskan diri ke dalam aktivitas. Dalam pandangan Allport, suatu aktivitas harus relevan dan penting bagi diri; harus berarti sesuatu bagi orang itu. Apabila anda mengerjakan suatu pekerjaan karena anda percaya bahwa pekerjaan itu penting, karena pekerjaan itu menantang kemampuan- kemampuan anda, atau karena mengerjakan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya membuat anda merasa enak, maka anda merupakan seorang partisipan yang otentik dalam pekerjaan itu. Aktivitas itu lebih berarti bagi anda daripada pendapatan yang diperoleh; aktivitas itu memuaskan kebutuhankebutuhan lain juga. Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas  atau orang atau ide, maka semakin juga dia akan sehat secara psikologis. Perasaan partisipasi otentik ini berlaku bagi pekerjaan kita, hubungan dengan keluarga dan teman-teman, kegemaran, dan keanggotaan kita dalam politik dan agama. 

2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
Allport membedakan dua macam kehangatan alam hubungan dengan orang-orang lain; kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orangtua, anak, partner, teman akrab. Orang mengungkapkan paritisapi otentik dengan orang yang dicintai dan memperlihatkan kesejahteraannya; hal ini sama pentingnya dengan kesejahteraan individu sendiri. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman adalah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Orang yang neurotis harus menerima cinta jauh lebih banyak daripada kemampuan mereka untuk memberinya. Apabila mereka memberi cinta, maka cinta itu diberikan dengan syarat-syarat dan kewajiban-kewajiban yang bersifat timbal balik. Cinta dari orang– orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat. Perasaan terharu, tipe kehangatan yang kedua adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, dan kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Empati itu timbul melalui “perluasan imajinatif” dari perasaan orang sendiri terhadap kemanusiaan pada umumnya. Kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya. Orang-orang yang sehat menerima kelemahan-kelemahan manusia.

3. Keamanan Emosional
Sifat dari kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas; kualitas utama adalah penerimaan diri. Kepribadian-kepribadian yang sehat mempu menerima semua segi dari ada mereka, termasuk kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekuarangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan-kelemahan tersebut. Orang sehat mampu hidup dengan ini dan segi-segi lain dalam kodrat manusia, dengan sedikit konflik dalam diri mereka atau dengan masyarakat. Mereka berusaha bekerja sebaik mungkin dan dalam proses mereka berusaha memperbaiki diri mereka. Kepribadian-kepribadian yang sehat juga mampu menerima emosiemosi mereka, mereka bukan tawanan dari emosi-emosi mereka, dan mereka juga tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Kepribadian yang sehat mengontrol emosi-emosi mereka. Orang yang neurotis, menyerah pada emosi apa saja yang dominan pada saat itu. Berkali-kali memperlihatkan kemarahan atau kebencian, betapapun perasaan-perasaan itu mungkin tidak tepat. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut Allport “sabar terhadap kekecewaan”. Orang yang sehat sabar menghadapi kemunduran-kemunduran; mereka tidak menyerahkan diri kepada kekecewaan, tetapi mampu memikirkan cara-cara yang  berbeda, yang kurang menimbulkan kekecewaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama atau tujuan-tujuan substitusi. Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan-perasaan tidak aman dan ketakutan-ketakutan, tetapi mereka merasa kurang terancam dan dapat menanggulangi perasaan-perasaan tersebut lebih baik daripada orang-orang yang neurotis.

4. Persepsi Realistis 
Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya orang yang neurotis kerapkali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan ketakutan-ketakutan mereka sendiri. Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau semuanya baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realita sebagaimana adanya.
 
5. Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas 
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkat kemampuan. Kita juga harus menggunakan keterampilan-keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya alam pekerjaan kita. Komitmen dalam orang-orang yang sehat begitu kuat sehingga mereka sanggup menenggelamkan semua pertahanan yang berhubungan dengan ego dan dorongan (seperti kebanggaan) ketika mereka terbenam dalam pekerjaan. Dedikasi terhadap pekerjaan ini ada hubungannya dengan gagasan tentang tanggung jawab dan dengan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan konstinuitas untuk hidup. Tidak  mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukan dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan. 

6. Pemahaman Diri 
Pengenalan diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan/perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Semakin dekat hubungan antara kedua gagasan ini, maka individu juga semakin matang. Hubungan lain yang penting adalah hubungan antara apa yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya itu. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang-orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri (self objectification) yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif epada orang lain. Orang itu akan menadi hakim yang seksama terhadap orang-orang lain, dan biasanya dia diterima dengan lebih baik oleh orang-orang lain. Allport juga mengemukakan bahwa orang yang memiliki wawasan diri yang lebih baik adalah lebih cerdas daripada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang. Selain itu, terdapat korelasi yang tinggi antara tingkat wawasan diri dan perasaan humor, yakni tipe humor yang menyangkut persepsi tentang hal-hal yang aneh dan hal-hal yang mustahil serta kemampuan untuk menertawakan diri sendiri. (Allport membedakan humor ini dari humor komik kasar yang menyangkut seks dan agresi).

7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang-orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuantujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, sebagai batu sendi kehidupan mereka, dan ini memberi kontinuitas bagi kepribadian mereka. Allport menyebut dorongan yng mempersatukan ini “arah” (directness). Arah ini membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu tujuan atau rangkaian tujuan) serta memberikan orang itu suatu alasan untuk hidup. Tanpa tujuan kita mungkin akan mengalami masalah-masalah kepribadian. Mustahil memiliki suatu kepribadian yang sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke masa depan. Mungkin kerangka untuk tujuan-tujuan khusus itu adalah ide tentang nilai-nilai. Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Seorang individu dapat memilih di antara berbagai nilai-nilai dan nilai-nilai itu mungkin berhubungan dengan diri sendiri atau mungkin nilai-nilai itu luas dan dimiliki oleh banyak orang lain. Orang yang neurotis tidak memiliki nilai-nilai atau hanya memiliki nilai-nilai yang terpecah-pecah dan bersifat sementara. Nilai-nilai orang yang neurotis tidak tetap atau tidak cukup kuat untuk mengikat atau mempersatukan semua segi kehidupan. Suara hati juga berperan dalam suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Suara hati yang tidak matang sama seperti suara hati kanak-kanak, yang patuh dan membudak, penuh dengan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan yang dibawa dari masa kanak-kanak ke dalam masa dewasa. Suara hati yang tidak matang bercirikan perasaan “harus” dan bukan “sebaiknya”. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang-orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama dan nilai-nilai etis. 

Referensi:
http://www.alodokter.com/kesehatan-mental

http://konselingindonesia.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=84

file:///C:/Users/user/Downloads/Materi%2006%20-%20Pengantar%20Aliran%20Humanistik.pdf
http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/10/behaviorisme.pdf


http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/pendekatan-kesehatan-mental/

Minggu, 03 Januari 2016

video CV

tugas softskill membuat video CV




















Nama : Ahmad Zulhendi Tri Adi Saputra
Lahir : Bekasi, 26 April 1996
Alamat : jln. P. Maluku 17 No 70 Kel. Aren Jaya Perumnas 3 Bekasi Timur
No Telpon : 089621876352
latar belakang penddidikan :
 1. SDN Kelapa gading 01 Pagi dan SDIT Baiturrahman (2002-2008)
 2. SMPIT Al-Hassan, Pondok Gede (2008-2011)
 3. Madrasah Aliyah Negri 1 Kota Bekasi (2011-2014)
 4. Kuliah di Universitas Gunadarma Fakultas Psikologi















Kamis, 12 November 2015

politik dunia maya dan dunia nyata



Tugas Softskill

nama : ahmad zulhendi tri adi saputra
kelas : 2pa19
npm : 10514624

                                   politik dunia nyata dan dunia maya 


Apa itu politik ?
politik adalah suatu betuk dari gabungan-gabungan pola pemikiran yang kemudian tercipta menjadi satu ide yang bergagasan untuk membangun suatu kehidupan yang baru yang berdasarkan dengan hak dan norma yang telah disepakati.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonsitutional. Disamping itu politik juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Dijaman sekarang, sudah banyak negara yang menggunakan politik untuk keberlangsungan berkembangnya negara mereka masing-masing. Politik biasanya berada di negara yang demokratis. Contohnya seperti : indonesia, amerika serikat, korea utara, dll. Namun bukan hanya dinegara demokratis, tapi pasti setiap negara punya gaya politik masing-masing.
Di indonesia, politik sudah menjadi darah daging bagi penduduknya. Pemerintahan indonesia pun menggunakan politik sebagai penglarasan bagi pemerintahannya . Pemerintahan pun menggunakan politik sebagai alat untuk menyalurakan aspirasinya, seperti gambar dibawah ini.

Dan contoh lain seperti ini:

Di indonesia sendiri, politik sudah menjadi daya tarik yang sangat kuat sekali untuk dapat menarik minat masyarakat akan suatu aspirasi dari sebuah kelompok masyarakat yang mana sebuah kelompok masyarakat tersebut membuat sebuah lembaga permasyarakatan yang biasa disebut “partai masyarakat”.
Bagaimana politik tersebut berjalan, membangun sebuah gagasan baru, ideologi yang baru, sebuah pembaharuan dengan gaya politik yang menarik, dan segala halnya masih banyak lagi.
Politik dapat berkembang dengan sangat cepat. Karna faktor dunia yang semakin berkembang dengan pesat yang menciptakan gaya politik yang baru dan lebih canggih.
Namun, nyatanya politik pun dapat menghasilkan hal yang negative bagi subjek yang menjalankan politiknya tersebut. Misalkan, terjerumus dalam masalah korupsi. Banyak penjabat sekarang yang mengalami kasus PHK akibat ulahnya atau sikap berpolitiknya yang negative. Makanya dari itu negara membuat sebuah lembaga yang khususnya menangani masalah korupsi. Yaitu adalah lembaga KPK (komisi pemberantasan korupsi).

Dijaman yang sudah berkembang saat ini, dan mungkin bisa dibilang sekarang kita berada di zaman yang sanngat modern. Dimana semua akses yang di tempuh sudah bersifat mobile online. Akses-akses yang ditempuh sekarng lebih mudah dengan adanya alat pembantu yang dapat menyalurkan seluruh aspirasi masyarakat.

Seperti contoh ambar diatas, dampak majunya perkembangan zaman sekarang kampanye dapat dilakukan di dalam dunia maya. Bagaimana setiap para tokoh masyarakat tersebuh, beradu argument, beradu aspirasi, saling bersaing dengan baik, agar dapat menarik simpati masyarakat supaya mendukung kampanye tersebut dan menjadi pemenang dalam persaingan kampanye yang sangat ketat. Ini menunjukkan bahwa politik sudah mulai berkembang dan maju.
Namun, negatifnya dari perkembangan zaman saat ini adalah ada beberapa netizen yang malah menggunakan media social untuk menjadi sebagai ajang saling ejek mengejek. Seperti ini:


Ini adalah salah satu sifat negative yang seharusnya tidak kita contohkan, dalam politik. Akibatnya dari negatifnya pengguna sosmed yang mengecamkan dunia maya, dapat berdampak pada semuanya. Timbullah hal hal negative yang dapat merusak pola pikir masyarakat akan politik tersebut. Yang awalnya masyarakat bersikap respect terhadap politik yang sehat dan baik, akibat timbulnya ulah yang merusak citra politik, dan membuat politik menjadi jelek dibenak banyak orang.  


Psikologi dan Teknologi Internet


Gambaran Masalah Politik di Dunia Nyata maupun Dunia Maya


Tugas softskill

Apa itu politik ?
   Politik adalah suatu betuk dari gabungan-gabungan pola pemikiran yang kemudian tercipta menjadi satu ide yang bergagasan untuk membangun suatu kehidupan yang baru yang berdasarkan dengan hak dan norma yang telah disepakati.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonsitutional. Disamping itu politik juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
  Dijaman sekarang, sudah banyak negara yang menggunakan politik untuk keberlangsungan berkembangnya negara mereka masing-masing. Politik biasanya berada di negara yang demokratis. Contohnya seperti : indonesia, amerika serikat, korea utara, dll. Namun bukan hanya dinegara demokratis, tapi pasti setiap negara punya gaya politik masing-masing.
    Di indonesia, politik sudah menjadi darah daging bagi penduduknya. Pemerintahan indonesia pun menggunakan politik sebagai penglarasan bagi pemerintahannya . Pemerintahan pun menggunakan politik sebagai alat untuk menyalurakan aspirasinya, seperti gambar dibawah ini.

Dan contoh lain seperti ini:

        Di indonesia sendiri, politik sudah menjadi daya tarik yang sangat kuat sekali untuk dapat menarik minat masyarakat akan suatu aspirasi dari sebuah kelompok masyarakat yang mana sebuah kelompok masyarakat tersebut membuat sebuah lembaga permasyarakatan yang biasa disebut “partai masyarakat”.
Bagaimana politik tersebut berjalan, membangun sebuah gagasan baru, ideologi yang baru, sebuah pembaharuan dengan gaya politik yang menarik, dan segala halnya masih banyak lagi.
     Politik dapat berkembang dengan sangat cepat. Karna faktor dunia yang semakin berkembang dengan pesat yang menciptakan gaya politik yang baru dan lebih canggih.
Namun, nyatanya politik pun dapat menghasilkan hal yang negative bagi subjek yang menjalankan politiknya tersebut. Misalkan, terjerumus dalam masalah korupsi. Banyak penjabat sekarang yang mengalami kasus PHK akibat ulahnya atau sikap berpolitiknya yang negative. Makanya dari itu negara membuat sebuah lembaga yang khususnya menangani masalah korupsi. Yaitu adalah lembaga KPK (komisi pemberantasan korupsi).
      Dijaman yang sudah berkembang saat ini, dan mungkin bisa dibilang sekarang kita berada di zaman yang sanngat modern. Dimana semua akses yang di tempuh sudah bersifat mobile online. Akses-akses yang ditempuh sekarng lebih mudah dengan adanya alat pembantu yang dapat menyalurkan seluruh aspirasi masyarakat.


     Seperti contoh ambar diatas, dampak majunya perkembangan zaman sekarang kampanye dapat dilakukan di dalam dunia maya. Bagaimana setiap para tokoh masyarakat tersebuh, beradu argument, beradu aspirasi, saling bersaing dengan baik, agar dapat menarik simpati masyarakat supaya mendukung kampanye tersebut dan menjadi pemenang dalam persaingan kampanye yang sangat ketat. Ini menunjukkan bahwa politik sudah mulai berkembang dan maju. Namun, negatifnya dari perkembangan zaman saat ini adalah ada beberapa netizen yang malah menggunakan media social untuk menjadi sebagai ajang saling ejek mengejek. Seperti ini :


Ini adalah salah satu sifat negative yang seharusnya tidak kita contohkan, dalam politik. Akibatnya dari negatifnya pengguna sosmed yang mengecamkan dunia maya, dapat berdampak pada semuanya. Timbullah hal hal negative yang dapat merusak pola pikir masyarakat akan politik tersebut. Yang awalnya masyarakat bersikap respect terhadap politik yang sehat dan baik, akibat timbulnya ulah yang merusak citra politik, dan membuat politik menjadi jelek dibenak banyak orang. 

Ahmad Zulhendi Saputra
10514624
2PA19

Selasa, 17 Maret 2015

kreativitas dan keberbakatan

Tugas pertemuan 1


A.      Definisi konseptual kreativitas
“Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”. (Munandar 2009).
Freedam (1982) mengemukakan kreativitas sebagai kemampuan untuk mamahami dunia , menginterprestasikan pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. Sedangkan Woolfook (1984) memberikan batasan bahwa kreativitasadalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil0 yang baru atau asli atau pemaahan suatu masalah. Guilford (1976) mengemukakan kreativitas adalah cara-cara berfikir yang divergen, berpikir yang produktif, berdaya cipta berfikir heuristic dan berfikir lateral. (http://www.galeriputaka.com/2013/03/penertian-kreativitas).
                Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut dengan pikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kreativitas).

·         Clark
berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).

B.      Definisi oprasional kreativitas
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
C.      Teori-teori kreativitas
Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
  1. Teori Psikoanalisis
  2. Teori Humanistik
  3. Teori Cziksentmihalyi

1. Teori Psikoanalisis
Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
Teori ini terdiri dari:
a. Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
b.      Teori Ernest Kris
Ernest Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka mampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)
      c. Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

2. Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi.
Teori Humanistik meliputi:
a. Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
  1. Kebutuhan fisik/biologis
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
  4. Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
  5. Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)
b. Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
  1. Keterbukaan terhadap pengalaman
  2. Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
  3. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.

  1. Teori Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
 - Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
- Akses terhadap suatu bidang
Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati   sangat membantu pengembangan bakat.


Narasumber
3.       tri_maryani.staff.gunadarma.ac.id

4.       diktat Pak Heru/Kreativitas-heru.pdf.


kreativitas dan keberbakatan

Tulisan part 1


1.       Carilah artikel tentang produk kreatif yang sedang popular, kutip. Lalu berian tanggapan dan kesimpulan!

7 . Makanan Ringan Unik yang Menguntungkan
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Dengan makan, maka tubuh dapat menghasilkan energi. Seiring perkembangan jaman, kreatifitas dari para pengusaha sangat dibutuhkan guna bertahan di pasar indusri khususnya industri makanan. Berbagai macam kreasi makanan diciptakan guna menarik perhatian konsumen, terutama makanan ringan atau biasa disebut snack yang tidak bisa dialihkan keberadaannya.
Dewasa ini, ada berbagai macam snack yang bermunculan di pasar industri makanan yang bisa disebut sebagai makanan ringan yang unik. Yang tentunya dapat menjadi pembeda dari produk makanan ringan lainnya. Makanan ringan yang diolah sebagai kripik telah menjamur, konsumennya pun tidak hanya dari kalangan menengah kebawah, namun juga dari kalangan menengah keatas.
1. Kripik kulit pisang*
Jika Anda biasa mengkonsumsi kripik pisang sebagai camilan, maka kripik kulit pisang bisa menjadi bahan pelengkap camilan Anda. Soal rasa, kripik kulit pisang tidak kalah lezat dibandingkan kripik pisang, namun kelezatan kripik kulit pisang memang belum banyak diketahui orang. Selain itu, penelitian menyebutkan bahwa kulit pisang mengandung vitamin C, vitamin B, protein, kalsium, dan karbohidrat serta serat yang cukup tinggi.
Namun, tidak semua pisang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan makanan ringan kulit pisang. Pisang yang digunakan adalah pisang kepok yang masih mentah, dengan ciri pisang berwarna hijau tua. Jenis pisang ini banyak ditanam dan sering ditemukan di pekarangan rumah-rumah penduduk di pedesaan.
Jika tertarik memilih usaha ini, ada baiknya Anda memperkaya ilmu dengan membaca berbagai rujukan dan referensi tentang cara mengolah kulit pisang agar menghasilkan kelezatan yang sesuai keinginan. Hal ini penting sebagai tahap awal usaha Anda. Jika usaha sudah terkenal dengan kelezatannya, maka akan lebih mudah menaikkan kualitas merek dagang usaha Anda.
2. Kripik pepaya mentah*
Selain sebagai buah dan sayur yang enak dikonsumsi, tanaman yang mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan berkhasiat untuk melancarkan buang air besar, ternyata juga bisa dikonsumsi dalam bentuk kripik. Tentu pepaya yang digunakan bukan pepaya matang, melainkan menggunakan pepaya mentah yang diiris tipis.
Camilan ini, sudah berhasil menarik perhatian dan merebut pasar insdustri makanan di Indonesia. Selain karena keunikannya karena diolah sebagai kripik, pepaya juga merupakan buah yang tumbuh subur di Indonesia serta memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan masyarakat.
3. Kripik ubi jalar*
Kripik ubi jalar telah banyak diproduksi dan dipasarkan di seluruh Indonesia, hingga menembus berbagai pusat perbelanjaan seperti mall bahkan pasar internasional. Hal ini membuat kripik ubi jalar memiliki banyak peminat dari semua kalangan masyarakat.
Semua ubi jalar bisa digunakan untuk membuat kripik ini, misalnya saja ubi jalar warna ungu dan ubi jalar warna kuning. Mengintip khasiatnya, ubi jalar ternyata mengandung berbagai macam vitamin dan memiliki banyak khasiat salah satunya untuk mencegah kanker.
Jika tertarik dengan usaha ini, Anda hanya perlu mencari informasi mengenai cara mengola ubi jalar, tahap selanjutnya adalah menentukan dimana tempat pemasok ubi jalar, apakah Anda membeli atau telah memiliki lahan dan memilih menanam sendiri ubi jalar tersebut. Dengan ketersediaan bahan baku yang telah direncanakan, maka usaha akan semakin cepat dikenal.
4. Kripik apel*
Buah lain yang bisa dijadikan kripik adalah buah apel. Mungkin Anda lebih familiar dengan kripik apel yang lebih dulu hadir di pasar pangan Indonesia. Tak jauh beda dengan kripik pepaya, kripik apel juga memiliki banyak vitamin, antara lain vitamin C, vitamin E yang baik untuk regenerasi kulit.
Apel yang bisa diolah sebagai keripik adalah apel hijau. Apel umumnya banyak di tanam di daerah yang bersuhu lembab. Tanaman ini akan tumbuh subur di daerah sejuk dan dataran tinggi. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir kesulitan mencari buah ini, karena buah apel sudah banyak dijual di sekitar kita.
Jika ingin menggeluti usaha ini, Anda perlu memikirkan tentang bagaimana cara mengolah apel menjadi kripik yang lezat, memilah apel yang baik untuk kripik, dan cara mengolahnya. Agar kelezatannya sesuai yang Anda inginkan.
5. Kripik daun bayam*
Tentu sayuran ini sudah tidak asing lagi bagi Anda. Daun bayam selain diolah sebagai sayur, ternyata bisa dijadikan kripik yang bisa dikonsumsi sebagai lauk atau camilan. Olahan yang unik ini telah memiliki kekhasan sendiri serta telah dijual baik di pasar tradisional maupun pasar modern.
Kripik daun bayam bisa menjadi alternatif camilan bagi Anda yang tidak suka mengkonsumsi sayuran, dan untuk anak-anak yang sulit makan sayur. Selain memiliki kandungan gizi, dan zat-zat yang baik oleh tubuh, bayam juga merupakan tanaman yang mudah ditemukan dimana saja. Tentu Anda harus mempelajari bagaimana cara mengolah daun bayam ini agar kandungan gizi dari daun bayam tetap terjaga.
6. Kripik daun sirih*
Mungkin selama ini Anda hanya mengenal daun sirih untuk "nginang" atau sebagai obat-obatan herbal yang berfungsi menghentikan mimisan. Namun jarang terpikir untuk mengkonsumsi sebagai camilan atau sebaik lauk.
Olahan dari bahan yang cenderung tidak lumrah ini memiliki potensi yang besar untuk dijadikan makanan ringan yang unik dan memiliki daya tarik yang besar.  Jika dilihat dari sisi sumber bahan baku juga bisa dipastikan melimpah bisa ditemukan dimana saja. Sehingga, jika Anda berencana untuk menjadikan kripik daun sirih sebagai usaha, Anda tidak akan kesulitan memperoleh pasokan bahan bakunya.

7. Biji rambutan*
Makanan ringan unik selanjutnya adalah kripik biji rambutan. Jika selama ini Anda membuang biji rambutan, maka mulai dari sekarang bisa dimanfaatkan sebagai kripik. Anda bisa mencoba membuat kripik yang tergolong unik ini sebagai pengganti emping mlinjo.
Selain memiliki rasa yang lezat, menurut penelitian telah terbukti bahwa biji rambutan ternyata mengandung karbohidrat, lemak, protein, yang dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Selain itu, biji dari buah rambutan dapat digunakan untuk mengobati kencing manis, serta mengandung "polifenol" yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai obat herbal diabetes mellitus.
Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah jika Anda ingin memiliki usaha kripik biji rambutan. Namun Anda harus mengetahui bagaimana cara mengolah biji rambutan sebagai kripik dengan mengumpulkan berbagai referensi dan sharing dengan pengusaha lainnya, agar selain memiliki banyak pengetahuan, Anda bisa segera memulai usaha kripik biji buah yang rasanya manis ini.
Banyak tanaman yang belum diolah secara optimal sebagai bahan pangan yang memiliki banyak manfaat. Dan tentu makanan tersebut bisa menjadi ladang untuk membuka usaha. Karena Anda dituntut untuk bisa membaca peluang pasar dan menganalisis ketersediaan bahan baku yang bervariasi, untuk membangun usaha yang akan Anda geluti. Dengan menjadi pembeda dari yang lain, usaha Anda akan lebih cepat dikenal.
Demikian sekilas artikel tentang bisnis makanan ringan yang unik dan menguntungkan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Sekian dan terimakasih.

Tanggapan : menurut saya, ini adalah ide yang sangat bagus. Kenapa? Karna, bisa menggunakan bahan yang tadinya tidak bisa gunakan menjadi bisa menggunakan dan malah bisa lebih bermanfaat dan memiliki kasiat yang sangat berguna. Baik bagi kesehatan dan hal lainnya. Ini juga adalah ide creative yang dapat dikembangjan menjadi suatu usaha yang sangat besar, mungkin jika dikembangakan dengan lebih baik bisa menjadi suatu hal yang membuat anda sukses. Amiin.
Kesimpulan : Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Dengan makan, maka tubuh dapat menghasilkan energi. Dari contoh diatas, menjelaskan bahwa semua bahan-bahan bisa digunakan dengan sebegitu uniknya. Seperti panganan ringan ini. Snack atau makanan ringan. Dengan mengolah bahan yang tadinya dibuang, bisa menjadi panganan yang nikmat jika kita bisa menggolah bahan tersebut dengan baik. Dan hasilnya pun, akan memuaskan. Tentunya menggolahnya dengan cara sekreative mungkin dan unik. Sehingga orang merasa ingin membelinya.
                                             
2.       Jelaskan menurut anda : “Anak laki-laki yang menunjukan kreativitas yang lebih besar dari anak perempuan terutama setelah berlalu masa anak-anaknya.”
Jawabanyan :
Menurut saya, kreativitas seorang anak akan berkembang seiring jalanya pertumbuhan mereka. Baik anak laki-laki ataupun anak perempuan. Seiring jalanya waktu dan perkembangan zaman yang semakin maju begitu pesat, akan mengubah pola piker mereka. Dengan melewati fase-fase pertumbuhan, seperti : anak-anak, remaja, dewasa, hingga tua nantinya.
Setiap anak ketika sudah mulai tumbuh menjadi orang dewasa. Menjadi orang yang sudah matang dalam pemikiran, sikap, moral, dan lainnya. Pasti akan berpikir dan menyadari akan kepentingan sebuah kreativitas dalam hidupnya. Terutama para laki-laki.
Anak laki-laki, pastinya nanti akan menjadi seorang kepala rumah tagga dalam hidupnya. Memiliki seorang istri dan beberapa anak. Logikanya, laki-laki anak mencari pekerjaan, mencari nafkah atau sumber penghasilan yang mana hasilnya nanti akan digunakan untuk kebutuhan kehidupan keluarga kecilnya tersebut. Dari biaya sandang, pangan, papan, dan kebutuhan-kebutuhan lainya, lelaki harus bisa memenuhi semua hal-hal tersebut. Agar dapat mensejahterakan kehidupan keluarganya dan tidak merasakan susahnya hidup. laki-laki bertanggung jawab besar akan hal itu.
Di zaman yang sekarang sudah mulai maju, atau yang lebih dikenal dengan era globalisasi. Yang dimana biaya kebutuhan hidup manusia sudah mulai naik dan hampir tidak mencukupi. Seperti biaya pangan, beras, yang naik begitu pesat, membuat dunia perekonomian harus kerja ekstra keras untuk menstabilisasikan hal tersebut. Nah, disisi peran laki-laki sebagai kepala rumah tangga sudah mulai berat. Dimana, laki-laki harus dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dengan kondisi biaya hidup yang naik. Sedangkan, sumber penghasilan yang laki-laki dapatkan tidak seberapa dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan hidup keluarganya. Yang ada, bukannya pemasukan yang meningkat malah pengeluaran yang banyak. Disisi ini mengakibatkan masalah yang cukup rumit. Makanya dari itu laki-laki harus dapat memutar otak agak dapat menutupi segala kekurangan yang diakibatkan pengeluaran yang banyak. Yaitu dengan cara mengembangkan daya kreativitasnya.

Dengan kreativitas seperti apakah itu?  Bisa dengan cara bisnis, berdagang, membuka took, atau hal-hal inovatif dan kreatif lainya yang dapat menjadikan sumber penghasilan tambahan, yang mana tujuannya untuk memenihi kekurangan dalam memenihi kebutuhan hidup. itu adalah tanggung jawab seorang lelaki. Makanya, mangapa daya kreativitas seorang anak laki-laki lebih besar dari anak perempuan terutama setelah berlalunya masa anak-anaknya. Alasanya, karna penjelasan diatas tersebut. Laki-laki memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam hidupnya.